Masih Bergejolak, Merapi Luncurkan 5 Awan Panas & 19 Lava Pijar

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
20 April 2021 16:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan pada Selasa (20/4/2021). Dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi setidaknya lima awan panas guguran dan 19 lava pijar yang semuanya mengarah ke Barat Daya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati muncul pada pukul 04.11 WIB dengan amplitudo 30 mm, durasi 113 detik dan jarak luncur 1,3 km.

"Kemudian pukyl 04.50 WIB dengan amplitudo 18 mm, durasi 114 detik dan jarak luncur 1,3 km. Awan panas ketiga pukul 06.31 WIB dengan amplitudo 39 mm, durasi 118 detik dan jarak luncur 1,5 km," ujarnya.

BACA JUGA: Apes! Pencuri Ini Jatuh dari Atap Rumah di Ngaglik Saat Ada Banyak Orang di Ruangan

Lalu awan panas kembali muncul pukul 09.57 WIB dengan amplitudo 35 mm, durasi 119 detik. Terakhir pada 10.08 WIB, dengan amplitudo 55 mm, durasi 120 detik. Kedua awan panas terakhir ini memiliki jarak luncur 1,5 km.

Adapun guguran lava pijar terjadi sebanyak 14 kali dengan jarak luncur maksimal 1,4 km. Pada aktivitas kegempaan tercatat sebanyak tiga gempa awan panas, 96 gempa guguran, enam gempa fase banyak dan satu gempa hembusan.

Meski terjadi peningkatan aktivitas, menurutnya hal ini masih dalam tahap normal. "Jarak luncur awanpanas guguran masih berada di dalam rekomendasi jarak bahaya," katanya.

Sementara kubah lava di tengah kawah sejak beberapa waktu lalu sudah menimbulkan guguran di sisi tenggara, namun juga masih dengan jarak luncur yabg relatif pendek, sehingga secara umum belum ada perubahan rekomendasi daerah potensi bahaya Gunung Merapi.

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.