10 Siswa SMKN 1 Jogja Tidak Hadir di PTM Hari Pertama

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
21 April 2021 03:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, GEDONGTENGEN -- Hari kedua Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jogja terpantau lancar. Sejak memasuki area sekolah, peserta didik mencuci tangan dan cek suhu tubuh. Tidak terpantau adanya kerumunan saat jam masuk sekolah pukul 08.00 WIB. Jam masuk di SMKN 1 Jogja terbagi menjadi dua, yaitu pukul 07.00 dan 08.00 WIB.

Kondisi di sekitar kelas juga tampak tertib, dengan satu meja satu peserta didik. Jarak satu dengan lainnya juga renggang. Kondisi hari kedua mirip seperti PTM hari pertama.

BACA JUGA : PTM Hari Pertama di SMKN 1 Jogja Terpantau Lancar

Menurut Kepala SMKN 1 Jogja, Elyas, pelaksanaan PTM hari pertama lancar.  Peserta didik yang laksanakan PTM hanya kelas 10 sebanyak 210 anak. Sejumlah 97 persen atau 204 peserta didik mendapatkan izin dari orang tua untuk PTM. Dari jumlah itu, yang masuk PTM hari pertama berjumlah 194 anak atau sepuluh di antaranya tidak masuk. Wali kelas sepuluh anak tersebut sedang mengonfirmasi pada wali peserta didik alasan anaknya tidak hadir.

"Kemarin kalau di data ada sepuluh yang tidak hadir. Mungkin sakit atau tanpa keterangan. Saya minta cek oleh wali kelas, alasan tidak hadir, apakah sakit atau kepentingan lain," kata Elyas saat ditemui di SMKN 1 Jogja, Selasa (20/4/2021).

Belum ada evaluasi yang fundamental, beberapa hal hanya terkait teknis, seperti pencatatan suhu tubuh. Di hari pertama, peserta didik mengingat sendiri suhu tubuh saat pengecekan di gerbang sekolah. Sehingga tidak jarang mereka lupa. Pada hari kedua, ada petugas yang mencatatkan suhu tubuh peserta didik.

BACA JUGA : Guru dan Siswa Berharap PTM Bisa Terus Dilakukan

"Cuma memang pesan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, untuk selalu tingkatkan protokol kesehatannya," kata Elyas.

Untuk mendapat masukan dari berbagai pihak, termasuk wali peserta didik, pihak sekolah terus berkomunikasi melalui WhatsApp Grup. Elyas mengimbau kepada peserta didik untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan. "Keselamatan jiwa yang nomor satu," katanya.