Sleman Siapkan 18 Masjid Ramah Anak

Masjid Kotagede. - Harian Jogja
21 April 2021 07:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman berkomitmen untuk mewujudkan kabupaten ramah anak. Salah satunya dengan pengembangkan Masjid Ramah Anak yang diinisiasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sleman.

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan tahun ini baru dibentuk rintisan masjid-masjid ramah anak. "Tahun ini baru rintisan untuk menuju Masjid Ramah Anak sejumlah 18 masjid," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (20/4/2021).

BACA JUGA : Masjid di Sleman Kembali Dibuka untuk Salat Berjemaah 

Dijelaskan Linda, ada sejumlah kriteria sebuah masjid dapat dijadikan sebagai Masjid Ramah Anak. Di antarnya, takmir atau sumberdaya masjid mendapat pelatihan terkait Konvensi Hak-hak Anak (KHA) dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Selain itu, di masjid terdapat sarana dan prasarana pendukung yang berpihak pada anak dan inklusif untuk difabel.

"Kriteria lainnya, di masjid ada tempat kreativitas anak dan ada sarana partisipasi anak dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan," papar Linda.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan masjid sudah semestinya menjadi salah satu tempat untuk membentuk karakter anak. Ia meminta ada kebijakan yang memfasilitasi anak agar bisa melakukan kegiatan di masjid tanpa mengganggu para jamaah yang beribadah.

BACA JUGA : Masjid di Sleman Sudah Banyak Gelar Salat Jumat

"Anggapan anak pembuat gaduh dan mengganggu kekhusyukan jamaah masjid masih ada . Sering kali ada jamaah atau pengurus takmir yang secara terang-terangan melarang anak untuk ikut sholat berjamaah di masjid. Ke depan ini tidak perlu lagi terjadi. Masjid harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak," ucapnya di sela kegiatan sosialisasi Masjid Ramah Anak, di Aula Setda Sleman.

Kustini mengatakan kegaduhan yang ditimbulkan oleh anak-anak merupakan hal wajar. Keberadaan mereka di masjid harus disyukuri karena merekalah generasi penerus dalam memakmurkan masjid di kemudian hari. "Pemkab berkomitmen untuk menjadikan anak-anak Sleman yang sejahtera dan berkharakter yaitu anak-anak yang memiliki akhlak, budi pekerti, dan kepribadian yang baik," katanya.

Kepala Bagian Kesra Setda Sleman, Iriansya menjelaskan sosialisasi tersebut sebagai inisiasi awal dalam usaha menciptakan Masjid Ramah Anak. Untuk mewujudkannya, menurutnya butuh kesiapan dari pengurus takmir masjid dan kesadaran jamaah masjid tersebut. Masjid Ramah Anak, lanjutnya, juga membutuhkan tata ruang yang sesuai dengan masjid ramah anak.

BACA JUGA : Ini Masjid di Sleman yang Tegaskan Tak Gelar Salat Jumat

"Diharapkan kegembiraan anak-anak saat bermain dimanapun termasuk saat di masjid akan tetap terlihat," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut, kata Iriansya menerapkan protokol kesehatan. Sosialisasi dibagi menjadi 2 sesi, tanggal 20 April dan 22 April. Masing-masing sesi diikuti 107 peserta terdiri dari unsur Panewu, Kepala Kalurahan, KUA dan Takmir Masjid.