Masjid di Sleman Sudah Banyak Gelar Salat Jumat Berjemaah

Petugas takmir Masjid Al-Inabah mengecek suhu badan salah seorang jemaah salat Jumat sebelum memasuki kawasan masjid, pada Jumat (12/6/2020).-Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
12 Juni 2020 19:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah Bupati Sleman Sri Purnomo mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 451/01327 tentang Panduan Permohonan Surat Keterangan Rumah Ibadah yang Aman Covid-19 di Masa Pandemi pada minggu lalu, Jumat (12/6/2020) hari ini sejumlah masjid di Sleman tampak kembali menggelar salat jumat berjemaah.

Salah satunya ialah Masjid Al-Inabah di Desa Sidoarum, Godean, Sleman. Takmir Masjid Al-Inabah, Basori, menuturkan masjid ini terakhir tidak melaksanakan salat Jumat berjemaah sejak 27 Maret. Setelah 2 bulan lebih, masyarakat kembali ingin menunaikan ibadah wajib bagi umat muslim tersebut secara berjemaah di masjid.

"Kita kan rindu salat Jumat. Apalagi ibadah ini wajib, meski selama ini bisa di rumah. Kami sudah minta izin ke Pak Lurah dan diminta menaati protokol kesehatan," kata Basori saat ditemui sebelum pelaksanaan salat Jumat.

Ia menekankan bagi jemaah yang akan salat Jumat di Masjid Al-Inabah harus menaati protokol pencegahan Covid-19, mulai dari menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, serta mengisi saf yang sudah diatur sesuai panduan jaga jarak yaitu satu meter antar jemaah. Jemaah yang datang juga harus dicek suhunya dan jika melebihi 37,3 derajat celcius maka tidak diperkenankan masuk.

Hal serupa juga dilakukan di Masjid Al-Aman Sidoarum, Godean yang juga kembali menggelar salat Jumat berjemaah di masjid hari ini setelah terakhir kali salat Jumat berjemaah dilaksanakan pada 21 Maret lalu. Sekretaris Takmir Masjid Al-Aman, M. Syamsuridhani menuturkan sudah mengantongi izin dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Godean untuk pelaksanaan ibadah berjemaah.

"Banyak jemaah yang menginginkan. Warga sekitar masjid sudah menanyakan kapan lagi bisa membuka masjid lagi, akhirnya kami izin ke Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Godean. Mereka mensyaratkan kami harus menaati protokol kesehatan," kata Dhani, sapaannya.

Ia menegaskan akan memfilter jemaah yang masuk dengan melakukan pengecekan suhu dan memastikan seluruh jemaah mengenakan masker dengan baik. Jemaah salat Jumat di masjid ini juga diprioritaskan bagi warga sekitar Desa Sidoarum saja untuk meminimalisir kemungkinan adanya penularan virus corona.

Kepala Desa Sidoarum, Ganefo Sugiartono membenarkan ada sejumlah masjid di Desa Sidoarum, Godean, Sleman yang meminta izin kepadanya untuk bisa kembali membuka masjid untuk ibadah. Pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Godean untuk bisa memfasilitasi rumah ibadah yang ingin kembali membuka pintu bagi warga setempat untuk beribadah.

"Prinsipnya yang ikut jemaah adalah warga yang tinggal di wilayah kampung situ. Juga harus patuh protokol dengan pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," terangnya.