Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor Minyak dan LPG dalam 3 Tahun
Prabowo menargetkan Indonesia berhenti impor minyak dan LPG dalam tiga tahun dengan pembangunan PLTS 100 GWp dan penguatan energi nasional.
Pemuda maki-maki nakes RSA UGM. /Ist- Tangkapan layar Instagram @ndorobeii
Harianjogja.com, SLEMAN- Polsek Gamping masih melakukan penyelidikan terhada kejadian yang tengah viral di media sosial yakni sekelompok pemuda yang dikabarkan bikin onar di RSA UGM Yogyakarta. Saat ini penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui sebenarnya kejadian tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Gamping Kompol Aan Andrianto saat dikonfirmasi awak media, Rabu (21/4/2021). Pihaknya menyebut masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.
"Masih dalam penyelidikan," kata Aan melalui pesan singkat.
Aan memastikan akan segera memberikan informasi lebih lanjut kepada awak media jika memang hasil penyelidikan telah berhasil didapatkan.
Baca juga: Kantor Notaris di Ngampilan Dibobol Maling, Satu Unit Brankas Raib
"Nanti kalau sudah ada hasil biasanya juga kami infokan ke media," tuturnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gamping AKP Fendi Timur menyebut memang hingga kini belum ada pihak-pihak yang melaporkan terkait kejadian tersebut. Meski begitu dipastikan penyelidikan akan tetap dilakukan.
"Belum ada yang laporan sampai sekarang. Karena itu viral kami pasti tindak lanjuti dengan penyelidikan," kata Fendi.
Ditanya mengenai pemanggilan terhadap beberapa pihak, kata Fendi bahwa hal tersebut berada dalam ranah teknis penyelidikan. Sehingga untuk saat ini belum bisa untuk dijelaskan lebih lanjut.
Baca juga: PPKM Diperpanjang, Pemkab Larang Warga Sleman Mudik
"Itu masalah teknis penyelidikan. Karena ini kami monitor, kemudian kami pasti melakukan penyelidikan yang terukur," tegasnya.
Terkait kronologi kejadian sendiri, Fendi mengungkapkan masih perlu penyelidikan mendalam. Namun sejauh ini kronologi kejadian itu sesuai dengan yang beredar di media sosial.
"Kalau informasi awal seperti yang di media [sosial] tapi kalau kepastiannya tentu kami harus melakukan pendalaman penyelidikan," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa sekelompok pemuda dikabarkan membuat keributan di RSA UGM Yogyakarta hingga membuat anak pasien murka.
Kejadian itu dibagikan akun Facebook Ike Susanti dan diunggah ulang @ndorobeii ke Instagram, Rabu (21/4/2021).
Menurut kronologi yang dijelaskan pengunggah, peristiwa terjadi pada Senin (19/4/2021) lalu sekitar pukul 03.00 WIB di UGD RSA UGM.
Saat itu, seorang anak pasien, yang ayahnya sedang dalam kondisi kritis, sedang menunggu di luar.
Tiba-tiba datang sekelompok pemuda bermobil mengantar pasien perempuan yang diduga dalam kondisi mabuk.
"Tiba2 datang sekelompok pemuda dg sebuah mobil yg membawa seorang perempuan muda tangan penuh tatto ( pasien ) teriak2 keras dan berbiacara kasar," tulis @ndorobeii, menyalin unggahan Ike Susanti.
Hingga berita ini ditulis, RSA UGM masih belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Prabowo menargetkan Indonesia berhenti impor minyak dan LPG dalam tiga tahun dengan pembangunan PLTS 100 GWp dan penguatan energi nasional.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, BMKG memprediksi seluruh wilayah DIY dominan cerah dengan suhu hingga 32°C.
Muktamar Ke-35 NU di Jombang menggunakan kartu bercip dan lebih dari 100 CCTV untuk mengatur akses serta mengawasi arena kegiatan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah.
Andre Rosiade membuka peluang maju dalam bursa Ketum PSSI 2027, tetapi mengaku kini fokus membawa Semen Padang kembali ke Liga 1.
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.