Widya Mataram Bangun Kampus Baru Senilai Rp80 Miliar di Kalibayem

Ilustrasi - Freepik
23 April 2021 14:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Yayasan Unversitas Widya Mataram (UWM) berencana membangun kampus baru senilai Rp80 miliar secara bertahap mulai tahun ini di Kalibayem.

Rektor UWM Edy Suandi Hamid mengatakan Widya Mataraman berdiri sejak 1982 dan belum penah memiliki kampus sendiri. Kampus sekarang di Mangkubumen dulu sempat digunakan sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Gajad Mada (UGM) pada 1949-1982.

BACA JUGA: Mobil Pelat AB hingga B Berseliweran di Sragen. Lolos Penyekatan?

Lokasi bakal kampus baru masih dirahasiakan, tetapi kampus baru akan dibangun di atas lahan kas desa yang disewa setiap 20 tahun dengan total luas lahan yang akan digunakan 3 hektare, “Lokasinya masih di sekitar Jogja, agak pinggir sedikit. [tidak disebutkan] supaya tidak memancing spekulan,” kata Edy, seusai menemui Gubernur DIY Sri Sultan Haengku Buwono X, di kompleks Kepatihan, Jumat (23/4/2021).

Namun dia sempat menyebut Kalibayem sebagai lokasi baru UWM. Sri Sultan HB X merupakan bagian dari Yayasan Universitas Widya Mataram.

Edy mengatakan lahan pertama yang akan dibangun seluas sekitar 2600 meter untuk pendopo dan gedung perkuliahan. Bangunan baru UWM, menurut Edy tetap akan mereplikasi bangunan Widya Mataram yang ada saat ini, terutama bagian pendoponya yang menajdi ciri khas. Di dalamnya juga akan dibangun pusat religious center atau beberapa rumah ibadah seperti di beberapa kampus di luar negeri dan tidak hanya masjid.

Ada empat target pembangunan. Target pertama adalah pendopo dan gedung perkuliahan. Dana pembangunan berasal dari yayasan.

Mantan rektor Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pesan khusus Sultan dalam pembangunan kampus baru Widya Mataram, yakni tidak menghilangkan ciri khas kemataraman. Di bagian depan kampus nanti akan ada joglo. Selain itu Sultan juga berharap pembangunan kampus agar benar-benar memperhatikan segi keamanan dan kenyamanan, seperti jangan sampai banjir. “Beliau [Sultan] ternyata lebih mengerti soal teknis,” ucap Edy.

Edy mengatakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan kampus Widya Mataram selama empat tahap sekitar Rp80 miliar. Angka tersebut baru hitungan saat ini dan tidak menutup kemungkinan bisa lebih besar saat membangun tahap selanjutnya.

BACA JUGA: Setahun, Tim BPBD Sleman Makamkan 587 Jenazah Sesuai Protokol Covid-19

Dikutip dari www.widyamataram.ac.id,  Widya Mataram didirikan pada Kamis Legi, 7 Oktober 1982 di Jogja oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama Putra Mahkota KGPH Mangkubumi (saat ini bergelar Sri Sultan HB X dan menjabat sebagai Gubernur DIY). Dalam misi perjalanannya, UWM mengemban misi pendidikan yang berbasis Budaya. UWM bertekad menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berwawasan global dan menjunjung tinggi budaya Nusantara.

Dalem Mangkubumen adalah tempat yang pada awalnya rumah Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro, yaitu Putra Mahkota Sri Sultan Hamengku Buwono VI yang dibangun pada tahun 1865. Dalem Mangkubumen pada mulanya diperuntukkan bagi tempat tinggal Putra Mahkota yang akan menjadi Raja Kraton Ngayogyakarta.

Namun, kenyataannya hanya putra mahkota calon Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang pernah mendiami Dalem Mangkubumen ini selama 5-7 tahun. Selanjutnya, sejak tidak berfungsi sebagai tempat tinggal Putra Mahkota, Dalem Mangkubumen hingga kini telah berganti-ganti fungsinya. Sejak tahun 1949 - 1982 digunakan oleh UGM untuk Fakultas Kedokteran. Dan sejak Kamis Legi 7 Oktober 1982, Dalem Mangkubumen digunakan sebagai Kampus Universitas Widya Mataram hingga sekarang.