Penyerapan Danais di Sleman Temui Sejumlah Kendala

Ilustrasi dana. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
03 Mei 2021 03:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman akan terus meningkatkan penyerapan anggaran dana keistimewaan (Danais) pada triwulan pertama tahun ini. Penyerapan Danais pafa triwulan pertama menghadapi sejumlah kendala.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Kunto Riyadi menjelaskan Kabupaten Sleman pada tahun ini memperoleh Danais total sebesar Rp248,2 miliar. Jumlah Danais tersebut didistribusikan untuk berbagai urusan. Mulai Urusan Kelembagaan, Urusan Kebudayaan, Urusan Tata Ruang maupun Urusan Pertanahan.

BACA JUGA : Sleman Dapat Rp53,5 Miliar dari Danais 2020, Ini Rencana

Dari pagu anggaran sebesar Rp248,2 miliar tersebut, Sleman baru menerima Danais tahap pertama sebesar Rp2,45 miliar. "Dari jumlah yang diterima pada triwulan pertama ini baru terserap sebesar Rp1,35 miliar atau 55,39%," jelas Kunto kepada Harianjogja.com, Minggu (2/5/2021).

Dijelaskan Kunto, ada sejumlah kendala yang dihadapi terkait belum maksimalnya penyerapan anggaran danais pada triwulan pertama. Dia mencontohkan, untuk urusan pertanahan tahun ini diagendakan kegiatan seperti pendaftaran ukur peta bidang tanah desa di BPN hingga pendaftaran pencatatan perubahan sertifikat tanah desa.

Hanya saja di lapangan, kata Kunto terdapat kendala di mana Pemkab masih menunggu data-data penunjang dari BPN. Hal ini terjadi karena ada permasalahan pada bidang tanah seperti keluasan di sertifikat yang tidak sama dengan yang ada di lokasi, batas tanah desa tumpang tindih dengan tanah milik warga dan lainnya.

BACA JUGA : Ini Capaian Serapan Danais di Kota Jogja 

"Akibatnya dari total anggaran Rp4,83 miliar pada tahap pertama menerima Rp770 juta. Serapan anggarannya baru mencapai Rp364 juta atau 47,27%. Untuk penyerapan anggaran dan pelaksanaan program kami akan koordinasi dengan," jelasnya.

Kunto juga menjelaskan, serapan Danais untuk urusan kebudayaan juga dinilai rendah meskipun untuk urusan kebudayaan banyak kegiatan yang telah dilaksanakan selama triwulan pertama. Hanya saja, kegiatan yang digelar belum sepenuhnya selesai sehingga kegiatan dilanjutkan pada triwulan kedua.

"Pada triwulan kedua ini, seluruh kegiatan dan program yang sudah dicanangkan akan dipercepat pelaksanaannya pada awal triwulan kedua," katanya.

BACA JUGA : Pengentasan Kemiskinan di Sleman Tak Pakai Danais 

Kepala Subbid Pengendalian Bappeda Sleman Christiana Rini Puspita menambahkan untuk urusan kebudayaan, Dinas Kebudayaan mendapatkan total anggaran Rp12 Miliar. Tahap pertama, pagu anggaran tahap 1 sebesar Rp1,2 miliar atau 10% dari pagu anggaran.

"Adapun capaian kinerja tahap 1 sudah mencapai 80% dari target tahap 1. Sementara realisasi anggaran untuk tahap 1 sebesar Rp960 juta. Ini capaian dari sesi tahap bukan per tahun," katanya.