Pasien Covid-19 Meningkat, Ketersediaan Bed RS di Sleman Kian Mengkhawatirkan

Ilustrasi. - REUTERS/Rahel Patrasso
05 Mei 2021 06:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ketersediaan bed kritikal bagi pasien Covid-19 di Sleman mulai masuk taraf mengkhawatirkan. Kondisi ini terjadi seiring makin meningkatnya kasus Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan berdasarkan data seluruh RS per Sabtu pekan lalu tingkat keterisian bed kritikal pasien Covid-19 sudah menyentuh diangka 55%. Sementara bed non kritikal keterisiannya mencapai 38%. Kondisi tersebut terjadi seiring makin banyaknya pasien Covid-19.

BACA JUGA : Warga Jogja! Begini Cara Pantau Ketersediaan Bed RS

"Kalau yang non kritikal masih tidak mengkhawatirkan. Yang mengkhatirkan justru yang kritikal. Apalagi trennya saat ini mulai terjadi peningkatan [pasien covid]," katanya, Selasa (4/5/2021).

Meskipun saat ini ketersediaan bed untuk pasien Covid-19 di Sleman sudah tinggi, ia mengakui jika RS masih membutuhkan tambahan ruang isolasi kritikal. Kondisi ini seiring dengan banyaknya kasus positif bergejala sedang dan berat.

Adapun untuk ketersediaan bed, dari kapasitas 52 bed kritikal yang terisi sekitar 26 bed (55%). Sedangkan untuk non ktitikal dari ketersediaan 443 bed terisi sekitar 179 bed (38%).

"Jadi masalahnya bukan di ketersediaan ruang isolasi, tapi ruang isolasi kritikal memang juga masih kurang atau terbatas," katanya.

BACA JUGA : Ketersediaan Bed Pasien Covid-19 DIY Masih Aman 

Terpisah, Ketua Penanggulangan Covid-19 RSA UGM Siswanto mengakui jika tren pasien Covid-19 yang ditangani RSA UGM fluktuatif. Kondisi tersebut menyebabkam ruang ICU di rumah sakit tersebut terus penuh silih berganti.

"Tren pasien naik turun. Cuma ruang ICU isolasi yang penuh terus. Namun secara umum bed masih tersedia," kata Siswanto.