Ponsel Mati Jadi Alasan Polisi Sulit Lacak Keberadaan Pemberi Saran Satai Beracun

Tersangka Nani Aprilliani Nurjaman/Harian Jogja / Jumali
06 Mei 2021 03:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Ponsel mati menjadi alasan polisi kesulitan melacak keberadaan seorang lelaki berinisial R yang memberi ide kepada Nani Aprilliani Nurjaman, 25, mengirimkan satai beracun kepada Tomi.

Meski telah lima hari mengetahui nomor handphone R, sampai saat ini polisi belum bisa mendapatkan identitas dari R.

"Handphonenya mati sejak Sabtu (1/5) [ sehari setelah Na ditangkap oleh polisi]. Sejauh ini keberadaan R masih kami dicari. Kami masih memantau handphonenya supaya bisa menemukan posisinya," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

BACA JUGA : Polresta Jogja Bakal Proses T Jika Terbukti Nikahi Siri N Pengirim Sate Beracun

Ia mengatakan tersangka Nani tidak pernah mengetahui alamat rumah dan tempat kerja dari R. "Namun, menurut dia, R ini pingin tahu banyak tentang dia. Tapi, dia kesulitan mencari tahu siapa R," katanya.

Terkait curhat yang biasa dilakukan Nani dengan R, Ngadi mengakui jika curhat dilakukan saat keduanya bertemu.

"Curhat keduanya per darat tidak lewat handphone. Pas ngobrol-ngobrol itu. Sambil refleksi tadi," jelasnya.

Menurut Ngadi, dari pengakuan Nani, tidak diketahui secara pasti profesi dari R. Nani, kata Ngadi hanya menyebut R sebagai pelanggan salon seperti lainnya. Begitu juga saat disinggung mengenai hubungan antara Tomi dengan R, Ngadi enggan banyak berkomentar. Ngadi menyatakan keduanya adalah pelanggan dari Nani.  

"Pengakuannya itu pelanggan. Sama-sama pelanggan," ucap Ngadi.

Penyidik Polresta

Polres Bantul memastikan melakukan pendalaman terhadap target satai beracun yang dikirimkan Nani Aprilliani Nurjaman, 25, yakni Tomy, penyidik Polresta Jogja. Selain Tomy, polisi juga tidak menutup kemungkinan memeriksa istri Tomy.

BACA JUGA : Kasus Sate Beracun: Tomy dan Istrinya Jadi Target Pemeriksaan Polisi

"Kemungkinan itu bisa saja [memanggil istri Tomy]," kata Ngadi

Ngadi sendiri membantah jika terkesan lamban dalam memeriksa Tomy. Menurutnya setelah Nani ditangkap polisi langsung mengambil keterangan dari Tomy. "Pemeriksaan secara lisan sudah. Nanti tinggal melengkapi saja," kilah Ngadi.

Ngadi menegaskan, Tomy akan segera dipanggil penyidik dan detail pemeriksaan akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).  "Nanti secara detail tertulis siapkan BAP. Soal kapan? Nanti saya konfirmasi dengan penyidik," ucapnya.

Ngadi mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Tomy nantinya tidak hanya mencakup mengenai hubungannya dengan Nani, tapi juga status keduanya. Apakah benar nikah siri atau tidak?

BACA JUGA : Polisi yang Diincar Perempuan Pengirim Sate Beracun Ternyata Penyidik Satreskrim Polresta Jogja

"Nanti kami juga dalami itu rumah beli dari mana? Kami akan konfirmasi. Apakah dari yang disebut tadi [Tomy] atau ada dari usaha sendiri. Atau ada dari orang lagi yang membelikan rumah itu," ucap Ngadi.

Ngadi juga mengungkapkan jika tidak ada pengamanan khusus bagi keluarga Tomy yang sempat menjadi target satai beracun.  "Pemantauan lebih insentif saja," ujarnya.