Paramount Skydance Kuasai Warner Bros, Ini Dampaknya
Paramount Skydance resmi menguasai Warner Bros. Discovery senilai USD110 miliar. Harry Potter hingga HBO Max kini satu grup.
Tersangka Nani Aprilliani Nurjaman-Harian Jogja - Jumali
Harianjogja.com, BANTUL – Ponsel mati menjadi alasan polisi kesulitan melacak keberadaan seorang lelaki berinisial R yang memberi ide kepada Nani Aprilliani Nurjaman, 25, mengirimkan satai beracun kepada Tomi.
Meski telah lima hari mengetahui nomor handphone R, sampai saat ini polisi belum bisa mendapatkan identitas dari R.
"Handphonenya mati sejak Sabtu (1/5) [ sehari setelah Na ditangkap oleh polisi]. Sejauh ini keberadaan R masih kami dicari. Kami masih memantau handphonenya supaya bisa menemukan posisinya," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).
BACA JUGA : Polresta Jogja Bakal Proses T Jika Terbukti Nikahi Siri N Pengirim Sate Beracun
Ia mengatakan tersangka Nani tidak pernah mengetahui alamat rumah dan tempat kerja dari R. "Namun, menurut dia, R ini pingin tahu banyak tentang dia. Tapi, dia kesulitan mencari tahu siapa R," katanya.
Terkait curhat yang biasa dilakukan Nani dengan R, Ngadi mengakui jika curhat dilakukan saat keduanya bertemu.
"Curhat keduanya per darat tidak lewat handphone. Pas ngobrol-ngobrol itu. Sambil refleksi tadi," jelasnya.
Menurut Ngadi, dari pengakuan Nani, tidak diketahui secara pasti profesi dari R. Nani, kata Ngadi hanya menyebut R sebagai pelanggan salon seperti lainnya. Begitu juga saat disinggung mengenai hubungan antara Tomi dengan R, Ngadi enggan banyak berkomentar. Ngadi menyatakan keduanya adalah pelanggan dari Nani.
"Pengakuannya itu pelanggan. Sama-sama pelanggan," ucap Ngadi.
Penyidik Polresta
Polres Bantul memastikan melakukan pendalaman terhadap target satai beracun yang dikirimkan Nani Aprilliani Nurjaman, 25, yakni Tomy, penyidik Polresta Jogja. Selain Tomy, polisi juga tidak menutup kemungkinan memeriksa istri Tomy.
BACA JUGA : Kasus Sate Beracun: Tomy dan Istrinya Jadi Target Pemeriksaan Polisi
"Kemungkinan itu bisa saja [memanggil istri Tomy]," kata Ngadi
Ngadi sendiri membantah jika terkesan lamban dalam memeriksa Tomy. Menurutnya setelah Nani ditangkap polisi langsung mengambil keterangan dari Tomy. "Pemeriksaan secara lisan sudah. Nanti tinggal melengkapi saja," kilah Ngadi.
Ngadi menegaskan, Tomy akan segera dipanggil penyidik dan detail pemeriksaan akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Nanti secara detail tertulis siapkan BAP. Soal kapan? Nanti saya konfirmasi dengan penyidik," ucapnya.
Ngadi mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Tomy nantinya tidak hanya mencakup mengenai hubungannya dengan Nani, tapi juga status keduanya. Apakah benar nikah siri atau tidak?
"Nanti kami juga dalami itu rumah beli dari mana? Kami akan konfirmasi. Apakah dari yang disebut tadi [Tomy] atau ada dari usaha sendiri. Atau ada dari orang lagi yang membelikan rumah itu," ucap Ngadi.
Ngadi juga mengungkapkan jika tidak ada pengamanan khusus bagi keluarga Tomy yang sempat menjadi target satai beracun. "Pemantauan lebih insentif saja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paramount Skydance resmi menguasai Warner Bros. Discovery senilai USD110 miliar. Harry Potter hingga HBO Max kini satu grup.
Cara daftar BLT Kesra Rp900.000 Oktober 2026, syarat, cara cek penerima, desil, hingga laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Karang Taruna Hipenari Samigaluh masuk 5 besar nasional berkat inovasi mengolah limbah daun teh menjadi lulur dan produk pangan lokal.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan TNI akan merespons cepat dan menindak tegas laporan dugaan rumah dinas jadi markas judol.
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Dakwaan jaksa mengungkap 29 perusahaan dan yayasan yang disebut terkait Febrie Adriansyah dan tiga orang kepercayaannya dalam perkara TPPU.