ASN Diharapkan Terlibat Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Ilustrasi PNS - JIBI
06 Mei 2021 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sinergitas setiap pihak sangat diperlukan dalam melakukan Untuk mencegah penyebaran narkoba dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk kalangan ASN. ASN diharapkan terlibat aktif dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kepala BNN Sleman AKBP Siti Alfiah mengungkapkan untuk memutus rantai penyebaran dan penyalahgunaan narkoba BNN terus berupaya memutus rantai pemasok, rantai pengguna dengan rehabilitasi.

BACA JUGA : BNN Sleman Lakukan Tes Urine di Harian Jogja

"Bagi bandar dan pengedar ditangkap sesuai hukum yang berlaku,” katanya, Selasa (4/5) usai kegiatan Bimtek Narkotika dan Zat Aditif Lainnya (NAPZA) di Puri Mataram Resto.

Untuk meningkatkan rehabilitasi, BNN bekerjasama dengan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah (LRIP), lembaga rehabilitasi komponen masyarakat (LRKM), intervensi berbasis masyarakat (IBM), dan klinik rawat jalan. Upaya pecegahan ini perlu diperkuat mengingat jumlah kasus penyalahgunaan narkotika di Sleman 2019 mencapai 84 kasus, sedangkan pada 2020 meningkat menjadi 89 kasus.

Siti berharap 86 desa di Sleman dapat berperan menjadi Desa Bersinar. Begitu pula dengan instansi pemerintah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Untuk pemda Sleman, sudah ada 25 instansi atau dinas yang sudah melaksanakan Inpres No 2 tahun 2020. Harapannya 2021 walau pandemi tetap melaksanakan kegiatan,” ucapnya.

BACA JUGA : BNN Sleman Gandeng Media Perangi Narkoba

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Sleman, Fatimah Hariyati mengingatkan ASN untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

"Kami berharap para ASN di masing-masing OPD dapat menerapkan zero kasus untuk pemakai narkoba," katanya.