Kulonprogo Buka Lebar Objek Wisata selama Libur Lebaran

Para pengunjung berwisata pada libur Imlek di Taman Bendungan Kamijoro, Dusun Kaliwiru, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Selasa (5/2).-Harian Jogja - Fahmi Ahmad Burhan
10 Mei 2021 10:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo menyatakan sejumlah objek wisata yang ada di Bumi Binangun tetap buka pada periode libur idul fitri 1442 hijriah. Bukanya sejumlah objek wisata dibarengi dengan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito mengatakan saat dibukanya objek wisata yang ada di Kulonprogo, protokol pencegahan penularan Covid-19 senantiasa akan diterapkan. Upaya pengecekan sarana dan prasarana juga dilakukan.

"Hal tersebut untuk memastikan agar protokol pencegahan penularan Covid-19 senantiasa diterapkan oleh pengelola objek wisata. Kami tetap menyesuaikan koridor maupun aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," kata Joko pada Senin (10/5/2021).

BACA JUGA : Borobudur Highland di Kulonprogo Digadang-gadang Serap 

Lebih lanjut, objek wisata yang bakal dibuka sendiri terdiri dari delapan objek wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten Kulonprogo. Sedangkan, 23 destinasi wisata dikelola oleh masyarakat secara swadaya.

"Bagi pengunjung dari luar daerah Kulonprogo, kami tetap melakukan screening, mereka diminta menunjukkan surat bebas Covid-19. Apabila mereka tidak bisa menunjukkan surat tersebut, terpaksa diminta untuk putar balik atau meminta mereka melakukan pemeriksaan rapid tes antigen maupun swab tes," kata Joko.

Joko menegaskan jika objek wisata yang ada di Kulonprogo telah mengantongi sejumlah syarat dalam menerima wisatawan saat libur idul fitri 1442 hijriah. Salah satunya adalah penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Intinya, destinasi wisata di Kulonprogo siap menghadapi libur lebaran ini, dengan lebih memperketat lagi protokol pencegahan penularan Covid-19," ungkap Joko.

BACA JUGA : Kulonprogo Bersiap Buka Panggung Geowisata Menoreh 

DPRD Kulonprogo sebelumnya mendorong agar Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo mempersiapkan secara matang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) di tahun 2015-2025.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati mengatakan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata yang jumlahnya tidak sedikit menjadi faktor dewan mendorong Dinpar Kabupaten Kulonprogo agar tidak setengah hati dalam menyusun Ripparda.

"Berdasarkan Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kulonprogo tahun anggaran 2020, ada peningkatan retribusi dari sektor wisata dan pajak dari restoran. Ini menunjukkan ada perkembangan yang riil dari  sektor pariwisata," kata Akhid.

Tema besar Ripparda yang sedang digodok oleh Dinpar Kulonprogo adalah pariwisata kolaboratif berbasis budaya. Pengembangan industri pariwisata menjadi tujuan dari Ripparda yang sedang dikembangkan saat ini.

"Kawasan strategis seperti Suroloyo, goa kiskendo, pantai selatan, dan pengembangan menoreh. Kita ploting juga bandara YIA ya. Kita terus mendorong agar pariwisata mampu menjadi sektor pendorong ekonomi di masa pandemi Covid-19," kata Akhid.

BACA JUGA : Ini Dia, 18 Destinasi Wisata di Kulonprogo yang Dapat

Tema kolaboratif juga harapannya bisa diaplikasikan oleh unsur organisasi perangkat daerah. Mulai dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) kabupaten Kulonprogo. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Kulonprogo, serta Dinas Kebudayaan kabupaten Kulonprogo. "Itu (penentu kebijakan) harus jadi satu ya," kata Akhid.