Kulonprogo Bersiap Buka Panggung Geowisata Menoreh

Penampakan Gunung Kendil yang berada di Jl. Bukit Kendil, Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo.
26 April 2021 06:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, SAMIGALUH--Kulonprogo bersiap untuk membuka panggung geowisata di pegunungan menoreh. Salah satu kapanewon yang menyimpan potensi tersebut adalah kapanewon Samigaluh.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan panggung geowisata yang tengah disiapkan oleh Dinpar Kulonprogo di beberapa titik yang diproyeksikan sebagai panggung geowisata di antaranya Gunung Ijo, Gunung Gajah dan Gunung Kendil. Kemudian, dua gua purba yakni Gua Kiskendo dan Gua Sriti.

"Gunung Kendil sendiri berada di gugusan perbukitan menoreh dan masuk wilayah kapanewon Samigaluh. Potensinya tidak kalah dengan objek wisata yang ada di perbukitan menoreh lainnya," kata Joko pada Minggu (25/4/2021).

Pengembangan panggung geowisata di gugusan perbukitan menoreh juga didukung oleh ditetapkannya status gunung purba di perbukitan menoreh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu.

"2020 lalu UNESCO juga menetapkan adanya cagar biosfer di kawasan perbukitan menoreh. Hal tersebut yang jadi alasan kita mempersiapkan diri dari sisi sumber daya mineral (SDM). Saat ini kami sedang menyiapkan panggung geowisata purba dunia," ujar Joko.

Objek wisata lainnya yang bisa ditemukan di kapanewon Samigaluh di antaranya puncak Widosari, kebun teh Tritis, Curug Sidoharjo, dan tentunya pemandangan alam yang indah nan asri yang diberikan oleh pegunungan menoreh.

Dalam pengembangan wisata, Dinpar juga menggandeng desa wisata yang ada di kapanewon Samigaluh. Dinpar berupaya untuk mengedukasi masyarakat untuk siap menyambut potensi wisata di sekitarnya dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Dinpar juga tengah bersiap untuk Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) di tahun 2021-2025. Salah satu yang sudah disiapkan yakni program Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Suroloyo-Sendangsono.

"Kulonprogo memang sedang berbenah dengan menyusun Ripparda dan kami ke depan punya misi mengembangkan pariwisata kolaboratif berbasis budaya kelas dunia," imbuhnya.

"Wilayah Suroloyo hingga Sendangsono rencananya akan dikembangkan menjadi wisata bertema budaya alam pegunungan dan desa wisata bersegmen wisatawan minat khusus. Kami juga akan menyiapkan tema besar, sehingga harapannya Kulonprogo bisa memiliki destinasi wisata budaya kelas dunia," kata Joko.

Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Istana mengatakan, perkembangan destinasi wisata di Kulonprogo saat ini terbilang sangat pesat. Wisata di Kulonprogo kini sudah bergeser menjadi jenis-jenis wisata budaya, kuliner, pertanian, edukasi dan jenis-jenis wisata paket yang unik serta spesifik.

"Pada awalnya wisata hanya sekedar menikmati alam apa adanya seperti gunung, hutan, pantai, gua dan air terjun," ujarnya.

Pengembangan gua kiskendo oleh Dinpar Kabupaten Kulonprogo juga disambut baik oleh dewan. Pasalnya, gua kiskendo diproyeksikan bakal menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan dapat menarik minta wisatawan untuk berkunjung.

 "Langkah Dinpar patut diapresiasi karena berani memulai dengan kerja sinergi dengan OPD lain, masyarakat, pengusaha, pelaku UMKM dan pihak terkait," katanya.