Awan Panas dan Lava Pijar Masih Meluncur dari Merapi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
16 Mei 2021 17:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Meski tidak setinggi pekan sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Dalam tiga hari terakhir teramati kemunculan awan panas disertai guguran lava pijar.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati pada Senin (16/5/2021) pukul 13.04 WIB. "Dengan amplitudo 32 mm, durasi 110 detik dan jarak luncur 1,7 km ke arah barat daya," ujarnya.

Dalam dua hari sebelumnya, BPPTKG juga mengamati kemunculan awan panas, yakni pada Jumat (14/5/2021) malam dengan jarak lincur 2 km ke arah barat daya, lalu Sabtu (15/5/2021) dini hari dengan jarak luncur 1,8 km ke arah yang sama.

Sementara guguran lava pijar teramati sebanyak 10 kali dengan jarak lincur maksimal 2 km pada Jumat (14/5/2021), 15 kali dengan jarak luncur maksimal 1,5 km pada Sabtu (15/5/2021) dan satu kali pada Minggu hingga pukul 12.00 WIB dengan jarak luncur 1 km. Semua ke arah barat daya.

BACA JUGA: Pencarian Korban Perahu Tenggelam di Waduk Kedungombo hingga Kedalaman 20 Meter

Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merpai masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.