Libur Lebaran Sepi, Omzet Pedagang Malioboro Zonk

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
18 Mei 2021 14:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pedagang di kawasan Malioboro mengalami penurunan omzet akibat sepinya wisatawan selama libur Lebaran 2021.

Koordinator PPMAY KRT Karyanto Purbohusodo mengatakan saat ini potensi omzet para pengusaha di kawasan ring satu Kota Jogja yang masuk hanya 20%. Pendapatan itu bersumber dari wisatawan lokal yang membelanjakan uangnya di kawasan Malioboro selama libur Lebaran.

BACA JUGA: Tarif Parkir Nuthuk, Dua Jukir Nakal di Jogja Dicokok Polisi

Sementara 80% pendapatan bersumber dari wisatawan luar daerah hilang lantaran adanya peraturan larangan mudik dan pembatasan mobilitas kendaraan dari luar daerah. "Ya kami mengerti itu karena untuk menekan angka Covid-19. Tapi dampaknya memang sepi wisatawan," ujarnya.

Karyanto berharap tidak ada lagi aturan pembatasan mobilitas masyarakat supaya wisatawan luar DIY dapat berkunjung ke Jogja.

Kondisi serupa juga dialami oleh para pedagang kaki lima. Ketua Kelompok 10 Paguyuban Tri Darma Malioboro Paul Zulkarnaen mengungkapkan saat ini ia bersama rekan sesama pedagang terus berharap sepuluh hari ke depan ada peningkatan kunjungan wisatawan yang datang ke Malioboro.

Ia mengklaim seluruh pedagang di kawasan Malioboro telah menjalani vaksinasi. Masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk datang ke Jogja khususnya di kawasan Malioboro. "Kami tegaskan semua pedagang di Malioboro telah divaksin. Jadi kami harapkan masyarakat tidak usah ragu," terang dia.

BACA JUGA: Nanang, Si Kambing Berkaki Tujuh dan Berkelamin Ganda Ini Hebohkan Warga Kulonprogo

Paul mengklaim kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun ini hanya sekitar 40 persen. "Sepi sekarang, turun 60 persen. Itu hanya wisatawan lokal," pungkasnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat Bintoro mengatakan penjualan di kawasan itu sangat memprihatinkan. Hal itu disebabkan oleh adanya kebijakan larangan mudik. Bahkan, kondisi Lebaran lalu sangat jauh dibandingkan  dengan di masa awal Covid-19. Padahal pedagang berharap adanya kenaikan omzet pada momen Lebaran kali ini. Namun ternyata, sebagian besar pedagang malah kecele karena sepinya pengunjung.

"Bahkan pedagang tidak buka dasar sama sekali karena sepinya pengunjung. Kami berharap Lebaran bisa menjadi momen menaikkan omzet, tapi nyatanya malah zonk," ujarnya.