PSEL Mampu Olah 1.000 Ton Sampah, DPRD Bantul Tetap Ingatkan Warga
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pedagang di kawasan Malioboro mengalami penurunan omzet akibat sepinya wisatawan selama libur Lebaran 2021.
Koordinator PPMAY KRT Karyanto Purbohusodo mengatakan saat ini potensi omzet para pengusaha di kawasan ring satu Kota Jogja yang masuk hanya 20%. Pendapatan itu bersumber dari wisatawan lokal yang membelanjakan uangnya di kawasan Malioboro selama libur Lebaran.
BACA JUGA: Tarif Parkir Nuthuk, Dua Jukir Nakal di Jogja Dicokok Polisi
Sementara 80% pendapatan bersumber dari wisatawan luar daerah hilang lantaran adanya peraturan larangan mudik dan pembatasan mobilitas kendaraan dari luar daerah. "Ya kami mengerti itu karena untuk menekan angka Covid-19. Tapi dampaknya memang sepi wisatawan," ujarnya.
Karyanto berharap tidak ada lagi aturan pembatasan mobilitas masyarakat supaya wisatawan luar DIY dapat berkunjung ke Jogja.
Kondisi serupa juga dialami oleh para pedagang kaki lima. Ketua Kelompok 10 Paguyuban Tri Darma Malioboro Paul Zulkarnaen mengungkapkan saat ini ia bersama rekan sesama pedagang terus berharap sepuluh hari ke depan ada peningkatan kunjungan wisatawan yang datang ke Malioboro.
Ia mengklaim seluruh pedagang di kawasan Malioboro telah menjalani vaksinasi. Masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk datang ke Jogja khususnya di kawasan Malioboro. "Kami tegaskan semua pedagang di Malioboro telah divaksin. Jadi kami harapkan masyarakat tidak usah ragu," terang dia.
BACA JUGA: Nanang, Si Kambing Berkaki Tujuh dan Berkelamin Ganda Ini Hebohkan Warga Kulonprogo
Paul mengklaim kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun ini hanya sekitar 40 persen. "Sepi sekarang, turun 60 persen. Itu hanya wisatawan lokal," pungkasnya.
Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat Bintoro mengatakan penjualan di kawasan itu sangat memprihatinkan. Hal itu disebabkan oleh adanya kebijakan larangan mudik. Bahkan, kondisi Lebaran lalu sangat jauh dibandingkan dengan di masa awal Covid-19. Padahal pedagang berharap adanya kenaikan omzet pada momen Lebaran kali ini. Namun ternyata, sebagian besar pedagang malah kecele karena sepinya pengunjung.
"Bahkan pedagang tidak buka dasar sama sekali karena sepinya pengunjung. Kami berharap Lebaran bisa menjadi momen menaikkan omzet, tapi nyatanya malah zonk," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Prabowo mendorong Danantara dan RDIF membiayai proyek investasi Indonesia-Rusia serta meminta I-EAEU FTA segera berlaku.
DPRD Bantul menyoroti izin kolam koi di Villa Banguntapan setelah warga mengeluhkan rembesan air, kolam jebol, hingga dugaan pencemaran.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Rekrutmen KAI 2026 dibuka 4 September untuk lulusan SLTA, D3, D4/S1. Cek formasi, persyaratan, dan pendaftaran di karier.kai.id.
YES 2026 merumuskan lima strategi untuk mendorong ekonomi DIY bertumbuh, inklusif, dan resilien di tengah tantangan global.