Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas melakukan tes swab antigen kepada salah satu pengendara di Pos Penyekatan Tempel, Rabu (19/5). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, TEMPEL--Pasca Operasi Ketupat Progo 2021, Polda DIY melanjutkan pemeriksaan di Pos Penyekatan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada 18-24 Mei. Di hari kedua KRYD Pospam Tempel, beberapa travel dari Magelang menuju Sleman turut diperiksa.
Dalam pemeriksaan ini, Polda DIY juga menggelar tes swab antigen secara acak kepada pengendara yang tidak membawa dokumen persyaratan perjalanan. Sejumlah travel terlihat tidak membawa dokumen dan mengikuti tes swab antigen.
BACA JUGA : Polisi Tangkap Mobil Travel Gelap Pemudik yang Masuk Jogja
Dari pantauan Harian Jogja pada Rabu (19/5/2021), dalam kurun waktu 09.30 WIB-10.00 WIB saja, sudah ada setidaknya tiga travel yang mengikuti tes swab antigen. “Kami dari Magelang, mau menjenguk bayi di Gunungkidul,” kata Turwoko, pengemudi salah satu travel yang ikut swab antigen.
Ia mengaku tidak mengetahui jika dalam perjalanan lintas provinsi diwajibkan membawa surat bebas covid-19. Karena dari tes swab antigen itu ia dan sejumlah penumpang travelnya dinyatakan negatif, maka rombongan ini dipersilakan melanjutkan perjalanan.
Kapospam Tempel, Kompol Haryanto, mengatakan selama KRYD, petugas akan melakukan tes swab antigen acak, dengan slot minimal 50-60 tes dalam sehari. “Targetnya adalah mereka yang masuk Jogja, agar tidak menularkan covid-19 di Jogja,” ujarnya.
Pada Rabu (19/5/2021) telah dilakukan tes acak kepada 120 pengendara dengan hasil semuanya negative. Adapun pada hari sebelumnya yakni Selasa (18/5/2021), ditemukan tiga pengendara positif yang berasal dari Jawa Tengah yakni Semarang, Ungaran dan Salam.
BACA JUGA : Travel Gelap di Tengah Pelarangan Mudik Bermunculan
Dalam scenario KRYD, pengendara yang positif langsung diminta kembali ke daerah asalnya, sembari petugas berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat dengan daerah asal pengendara tersebut. “Jadi di sini nunggu hasilnya dulu,” ungkapnya.
Berbeda dengan Operasi Ketupat Progo 2021, dalam KRYD, pemeriksaan hanya dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pagi, sore dan malam, masing-masing selama satu jam. Ia berharap masyarakat yang bepergian bisa mengikut aturan sehingga dapat menghindari terjadinya lonjakan kasus covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
OJK mencatat Rp811,1 miliar dana korban scam berhasil diblokir. Sebanyak Rp207,16 miliar telah dikembalikan kepada korban.
Pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Jogja, mencapai 91,407 persen dan ditargetkan rampung 6 Desember 2026.
Presiden Prabowo berkomitmen membangun ekosistem sepak bola hingga daerah dan menggandeng klub profesional bersama FIFA.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.