Ruas Jalan Kedundang-Pripih Rusak, DPRD Kulonprogo Angkat Bicara

(Ilustrasi jalan rusak-JIBI/Solopos - M. Ferri Setiawan)
22 Mei 2021 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kondisi jalan rusak yang berada di ruas jalan Kedundang-Pripih, Kapanewon Temon, Kulonprogo, menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo. Diduga, kerusakan jalan diakibatkan oleh aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kulonprogo, Ponimin, mengatakan kerusakan jalan yang menjadi salah satu akses menuju Purworejo tersebut menjadi satu dari sekian fokus dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Kabupaten Kulonprogo.

"Kami meminta agar instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Kulonprogo melakukan pemetaan terhadap akses kendaraan tambang. Sehingga, harapannya titik kerusakan jalan tidak semakin bertambah," kata Ponimin pada Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Tak Hanya Pemerintahan, Kantor Non-pemerintahan di Sleman Kumandangkan Indonesia Raya Setiap Hari

Lebih lanjut, dewan juga mendorong agar pemerintah kabupaten Kulonprogo mengalokasikan anggaran untuk segera melakukan perawatan jalan. Hal itu supaya penanganan jalan rusak bisa segera dilakukan dan masyarakat tidak dirugikan secara berlarut-larut.

"Masyarakat sudah seharusnya merasa nyaman dengan jalan yang tidak rusak. Pasalnya, kondisi jalan tersebut banyak dikeluhkan masyarakat akibat dampak dari aktifitas pertambangan," kata Ponimin.

Kondisi jalan berdasarkan pantauan yang dilakukan DPRD Kabupaten Kulonprogo cukup parah. Kondisi jalan yang bergelombang ditambah dengan banyaknya jalan berlubang dikawatirkan akan berdampak negatif kepada pengguna jalan.

Baca juga: Kapolresta Jogja Khawatir Timbul Klaster Covid-19 di Demo Bela Palestina

"Sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, penyebab rusaknya jalan Kedundang-Pripih dikarenakan dampak dari aktivitas pertambangan. Sebab, ruas jalan itu juga sering menjadi akses bolak-balik truk pengangkut pasir," kata Ponimin.

Padahal, lanjut Ponimin, ruas jalan jalan Kedundang-Pripih, Kapanewon Temon, Kulonprogo, menjadi akses penting bagi warga Kulonprogo yang ingin menuju ke wilayah Purworejo.

"Ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif dari kabupaten Kulonprogo menuju provinsi Jawa Tengah. Saya meminta agar ruas jalan itu harus segera diperbaiki supaya masyarakat tidak terus dirugikan," sambung Ponimin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DPUPKP Kabupaten Kulonprogo, Gusdi Hartono mengakui jika kerusakan yang terjadi di ruas jalan Kedundang-Pripih, Kapanewon Temon, Kulonprogo memang disebabkan oleh aktivitas pertambangan. Yakni, jalan sering dilewati armada yang berisikan tambang.

Akan tetapi, perbaikan juga nyatanya terdampak atas minimnya anggaran yang dipunyai oleh DPUPKP Kabupaten Kulonprogo. Sebab, banyak anggaran perbaikan jalan yang terbatas karena terkena recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Sehingga membutuhkan anggaran yang besar untuk perbaikan. Karena konstruksinya harus disesuaikan dengan beban truk yang melintas. Sebenarnya kami sudah melakukan pembatasan tonase, tetapi sulit dilakukan oleh penambang," kata Gusdi.