Wedomartani Bentuk Pengurus Kalurahan Mandiri Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, mengukuhkan pengurus Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Minggu (23/5/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
24 Mei 2021 07:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, NGEMPLAK--Dinas Kebudayaan Sleman mengukuhkan Pengurus Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Minggu (23/5/2021). Wedomartani menjadi Kalurahan Mandiri Budaya pertama yang memiliki kepengurusan sendiri di antara 10 kalurahan lainnya. Program ini untuk mendukung pemajuan budaya serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, menjelaskan saat ini, lurah harus memiliki kesadaran jika membangun masyarakat melalui kalurahan Mandiri Budaya tidak hanya dalam artian sempit kesenian. “Kebudayaan, pariwisata dan ekonomi menjadi bagian Garapan Kalurahan Mandiri Budaya,” ujarnya.

BACA JUGA : Tamanmartani Jadi Kalurahan Pemajuan Kebudayaan 

Ia berharap melalui Kalurahan Mandiri Budaya, dapat berjalan beriringan antara pembangunan ekonomi dan karakter budaya yang tetap terjaga dengan baik.  Kalurahan Mandiri Budaya menurutnya menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai dari kalurahan, Kapanewon, kabupaten hingga provinsi.

“Didukung Dana Keistimewaan dengan segala dinamikanya, mampu memberi ruang lebih baik kepada budaya. Mari kita sama-sama jadikan kebudayaan itu memanusiakan manusia, sehingga tidak ada lagi intoleransi, radikalisme dan sekat dalam kehidupan sosial,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Eni Lestari Rahayu, mengatakan di antara sembilan Kalirahan Mandiri Budaya lainnya, Wedomartani menjadi kalurahan pertama yang memiliki kepengurusan sendiri.

BACA JUGA : 8 Desa Budaya Tampil dalam Selasa Wagen

“kalurahan Mandiri Budaya menjadi yang paling top. Pertama Kalurahan Rintisan Budaya, kemudian Kalurahan Budaya, lalu Kalurahan Rintisan Mandiri Budaya dan yang paling atas Kalurahan Mandiri Budaya. Ada sejumlah aspek yang ditangani oleh Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan DP3AP2 [Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk],” katanya.

Ketua Pengurus Kalurahan Mandiri Budaya Wedomartani, Mujibur Rokhman, menuturkan Wedomartani memperoleh status Kalurahan Mandiri Budaya pada 2020. Sebelumnya, Wedomartani juga telah menjadi Desa Budaya, yang masa kepengurusannya berakhir pada 2021 ini.

“Untuk kegiatan tahun ini dengan status Kalurahan Mandiri Budaya akan lebih banyak kegiatan yang dilaksanakan. Kalau dulu hanya lima aspek, sekarang ditambah perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, pariwisata, serta pertanian, perikanan dan perkebunan,” ujarnya.

BACA JUGA : Kalurahan Budaya di Kulonprogo Terancam oleh Rintisan

Beberapa kegiatan yang sudah ditetapkan diantaranya seperti Merti Desa, Merti Dusun, tradisi daur hidup dan daur kematian. “Dalam waktu dekat, melalui rapat kerja kami akan Menyusun kalender budaya,” ungkapnya.