Perayaan Waisak di Jogja Digelar Sederhana

Umat Buddha sembahyang di Kelenteng Gondoman pada perayaan Waisak yang jatuh pada Rabu (26/5/2021). /Harian Jogja - Yosef Leon
26 Mei 2021 12:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Umat Buddha merayakan Waisak 2565 BE tahun 2021 dengan mengangkat tema Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa. Di tengah suasana pandemi, perayaan berlangsung sederhana, hening dan khidmat di sejumlah Kelenteng di Kota Jogja tanpa menghilangkan esensi dari perayaan itu sendiri.

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) DIY, Agus Setyawan Suwarno mengungkapkan, perayaan Waisak 2565 TB/2021 dilaksanakan tanpa kehadiran umat Buddha. Sebagian besar perayaan akan terpusat di Candi Borobudur dan Candi Sewu dengan protokol kesehatan ketat dan dihadiri oleh panitia, Bhikkhu dan para Sangha saja.

“Di tahun 2021 ini, ada imbauan dari Kementerian Agama untuk tidak merayakan Hari Raya Waisak secara massal, baik di Candi Borobudur maupun di Candi Sewu, maka kami sepakat umat tidak perlu hadir untuk ikut ibadah,” ungkapnya.

Baca juga: Candi Borobudur Tetap Buka Meski Tak Ada Perayaan Waisak

Agus menyebutkan Waisak Bersama yang digelar KBI ini membawa tema ‘Eling dan Waspada Membangun Kepedulian Sosial’. Umat Buddha yang ingin mengikuti perayaan Waisak, juga disarankan untuk langsung ke Vihara setempat dan tidak perlu berkumpul di Candi Sewu maupun Candi Borobudur. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan tetap menekan penyebaran virus corona di masa pandemi. Pihaknya juga menyiarkan secara daring, via zoom yang bisa ditonton di kanal YouTube.

“Tahun ini, KBI memang mengambil tema untuk membangun kepedulian sosial sebab COVID-19 ini kan berdampak pada strata sosial. Jadi, semangat Waisak adalah semangat untuk tetap berbagi dengan sesama,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kota Jogja, Nur Abadi menyatakan, Kemenag Pusat telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2021 soal panduan ibadah Pujha Bhakti dan Dharmasanti Hari Raya Trisuci Waisak tahun ini. Dalam surat itu, secara umum ada enam poin pernyataan yang disampaikan terkait dengan tata pelaksanaan acara ibadah di tempat ibadah, gedung, atau lokasi lain yang dijadikan tempat pertemuan.

Baca juga: Perayaan Waisak Disiarkan Daring, Tak Ada Pelepasan Lampion di Candi Borobudur

Adapun, sejumlah aspek yang ditekankan terutama berkaitan dengan protokol kesehatan dan pembatasan kapasitas acara perayaan maksimal 30 persen. Selain itu, Kemenag juga mengimbau agar pelaksanaan ibadah dilakukan dengan waktu efisien supaya durasi pertemuan tidak panjang. Dengan durasi singkat waktu tatap muka, diharapkan dapat menekan risiko penularan virus Covid-19.

"Terhadap prokes tetap yang paling diutamakan, agar ibadah bisa berjalan hikmat dan semua juga selamat dari Covid19. Kami juga Pembimas Budha ikut memantau pelaksanaan perayaan suci Waisak yang dilaksanakan secara sederhana bagi umat Budha, kebetulan di kota juga mempunyai penyuluh Agama Budha yg membersamai umat budha merayakan Waisak," pungkas dia.