Buru Pedagang Nuthuk Harga, Petugas Hubungi Pengunggah Video hingga Mengecek Daftar Harga

Kawasan Jalan Malioboro, Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
27 Mei 2021 14:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN - Pihak Kemantren mengerahkan segala upaya untuk memburu pedagang yang diduga nuthuk atau memasang harga terlalu tinggi di kawasan Jalan Perwakilan. Kejadian ini sempat menyita perhatian di sosial media dan terus berulang saat adanya libur panjang.

Camat Danurejan, Bambang Endro Wibowo mengatakan, kemarin malam personel kemantren sudah melacak dan melakukan penelusuran untuk mencari pedagang yang disebut itu.

BACA JUGA : Wisatawan Geram Pedagang Lesehan Nuthuk Harga, Begini Klarifikasi UPT Malioboro

"Tadi malam staf kami sudah kirim pesan singkat ke akun yang posting video viral itu dan dia ngakunya cuman ambil video di tiktok saja bukan yang mengalami. Makanya kami juga sulit," katanya, Kamis (27/5/2021).

Pihaknya menanyakan ke empunya akun terkait dengan siapa yang mengalami kejadian itu. Personel kemantren juga minta agar pedagang dan lokasi pasti saat kejadian berlangsung disebutkan. Namun si pemilik akun malah berkilah dan menyebut tidak tahu persis dengan informasi itu.

"Makanya kami bilang jangan asal posting dong tanpa tahu kebenarannya seperti apa. Kalau itu infonya salah kan bisa dipidana," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek daftar harga yang dipasang oleh para pedagang dan juga kebenaran dari informasi itu. "Kami sudah telusuri dan pedagang bilang buktinya apa, kalau hanya video begitu kan susah, tidak kuat. Sementara yang upload dia juga tidak tahu karena cuman ambil doang," ulasnya.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Ancam Tutup Lesehan di Kawasan Malioboro yang Nuthuk Harga

Bambang menambahkan, kecuali jika bukti-bukti terkait dengan kejadian itu ada. Misal ada nota dan disebut rumah makannya. Pihaknya tentu mudah melacak dan memberi sanksi langsung kepada pedagang itu.

Namun demikian, terlepas informasi itu benar atau tidak Bambang mengaku pihaknya tetap melaksanakan pembinaan kepada para pedagang kaki lima di kawasan setempat, terkhusus yang berada di Jalan Perwakilan.

"Kami tetap melakukan pembinaan ke wilayah. Dengan tim langsung ke lokasi tadi untuk pembinaan. Hasilnya kami lihat mereka sudah pasang daftar harga dan termasuk lalap sambal juga ada sehingga pembeli sudah tahu harganya berapa," katanya.

Di sisi lain, dia juga mengaku tidak menemukan harga yang terlalu tinggi dari para penjual. Rata-rata harga makanan dan minuman yang dipasang diklaimnya masih cukup ramah di kantong.

"Kami cek satu-satu tadi, memang standar harganya tidak ada, misalnya makanan A itu mesti dijual berapa kan tidak ada. Ketetapan harganya tidak ada sebagai acuan," imbuhnya.

BACA JUGA : Lagi, Wisatawan Mengeluh Lesehan di Kawasan Malioboro Nuthuk Harga

Dia mengaku sepenuhnya bertanggung jawab atas kejadian itu. Pihaknya juga tetap melakukan pembinaan kepada pedagang. Kemantren menyampaikan bahwa jangan sampai kejadian itu jangan terulang lagi karena semua kena imbasnya dan wisatawan jadi berpikir negatif terhadap Jogja.

"Dalam waktu dekat kami juga akan kumpulkan pedagangnya agar buat kesepakatan harga sesuai dengan kemauan mereka, kan mereka ada Paguyubannya agar juga ditentukan harga tertingginya berapa dan sanksinya bagaimana kalau ada kejadian lagi," ujarnya.