Pemkot Jogja Telah Gunakan 2.000 Dosis Vaksin AstraZeneca

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
27 Mei 2021 18:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah menggunakan vaksin AstraZeneca sejak Jumat (21/5/2021) lalu. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, sejak awal kedatangan, Pemkot Jogja mendapatkan 2.000 dosis vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca yang Pemkot Jogja dapatkan merupakan jenis yang sudah boleh beredar. Pada awal vaksinasi AstraZeneca pada Jumat lalu tersebut, sasarannya merupakan pegawai perbankan. Mereka juga telah mengetahui jenis vaksin yang diberikan berupa AstraZeneca.

“Sampai sekarang kami tidak menemui atau tidak mendapatkan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi [KIPI] dampak setelah vaksinasi. Selama ini dampaknya tidak ada problem AstraZeneca yang kami pakai,” kata Heroe.
Vaksin AstraZeneca tidak hanya untuk pegawai perbankan seperti vaksinasi pada hari Jumat. Vaksin jenis ini juga untuk sasaran vaksin lain. Sejauh ini, Heroe mengatakan belum mendapat laporan adanya orang yang menolak divaksin AstraZeneca.

Meskipun sudah mulai menggunakan vaksin AstraZeneca, Pemkot Jogja masih menggunakan vaksin Sinovac. Masyarakat yang dosis pertama mendapat Sinovac, maka dosis keduanya juga Sinovac. Begitupun dengan penerima vaksin AstraZeneca.

“[Sampai saat ini] mungkin 2.000 [dosis vaksin AstraZeneca] ini sudah semua terpakai saya kira. Penambahan nunggu Pemerintah Daerah DIY karena yang memiliki [vaksin AstraZeneca] DIY, kami hanya menerima jatah,” kata Heroe.

Target Vaksinasi Lansia Selesai Mei
Pemkot Jogja menargetkan vaksinasi lansia selesai sampai akhir Mei 2021. Sehingga pada Juni vaksinasi sudah menyasar pada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para relawan yang selama ini telah bekerja dan belum mendapat vaksin.

“Jadi Mei ini kami dorong agar lansia yang belum sempat divaksin, bisa divaksin. Secara prinsip sekarang ini mengejar siapapun yang sekarang ini siap untuk divaksin. Tapi kan prioritas harus kami utamakan,” kata Heroe.

“Masyarakat umum sudah [mulai divaksin], lansia itu misal yang nganter lansia kami kasih vaksinasi. Secara umum masyarakat umum itu sebenarnya sudah, tetapi berdasarkan data yang sudah masuk. Jadi memang bertahap itu supaya mereka yang punya mobilitas tinggi yang kami prioritaskan.”

Dari sekitar 66.000 lansia yang mendaftar, sudah 60-70 persen yang telah mendapatkan vaksin. Secara data yang Pemkot Jogja miliki, jumlah lansia Kota Jogja berkisar 46.000 orang. Lebihnya lansia yang mendaftar kemungkinan besar berasal juga dari lansia luar Kota Jogja.

“Sekarang ini kami sedang menyisir, janjane lansia yang di Kota Jogja itu masih berapa yang belum vaksin. Makanya saat ini kami mendorong pak RT dan RW untuk memotivasi yang lansia untuk segera melakukan vaksinasi,” kata Heroe.