Puskopcuina Mewujudkan Integrasi Gerakan Credit Union

Rangkaian Kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskopcuina, di Melia Purosani, Jumat (28/5). (Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo)
28 Mei 2021 17:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Puskop Credit Union Indonesia (Skd) atau Puskopcuina menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 dengan tema Mewujudkan Integrasi Gerakan Credit Union melalui Efektivitas Puskopcuina, Kamis (27/5)–Sabtu (29/5).

Puskopcuina saat ini merupakan KSP sekunder terbesar di Indonesia dari sisi aset dan anggota. Aset Rp7 Triliun lebih dan anggota 506.455 orang yang tersebar di 44 KSP Primer anggota yang tersebar di 18 provinsi, dengan kantor pelayanan tersebar di 23 provinsi dari Nias, Sumatera sampai Manokwari, Papua Barat.

Ketua Pengurus Puskopcuina, Edy Vinsensius Petebang mengatakan ada lima tujuan Puskopcuina, pertama menjadi wadah yang mempersatukan dan memperkuat gerakan koperasi credit union di Indonesia. Kedua, memastikan pertumbuhan anggota yang berkelanjutan agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada anggota individu sehingga mutu kehidupannya meningkat.

Ketiga, meningkatkan kemandirian anggota khususnya dan kemajuan lingkungan kerja pada umumnya dalam rangka menggalang terlaksananya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Keempat, melakukan koordinasi terhadap anggota dengan tidak mencari keuntungan, tetapi menciptakan sumber keuangan dari, oleh, dan untuk para anggotanya. Kelima, mengembangkan sikap hemat dan bijaksana dalam mengelola keuangan,” ucap Edy, Jumat (28/5).

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan koperasi sekunder memiliki kontribusi pada perekonomian, dan dinilainya cukup besar. Menurut Teten, koperasi yang ada saat ini masih bisa terus didorong untuk ditingkatkan kontribusinya.

Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiana mengapresiasi hal yang telah dilakukan Puskopcuina. Ia juga mengatakan  perlu kolaborasi dan adaptasi. “Koperasi akan kuat jika memiliki daya untuk kolaborasi. Koperasi juga perlu beradaptasi,” ucap Tri.

RAT Puskopcuina dilaksanakan secara luring dan/atau daring yang dihadiri oleh 44 Koperasi Credit Union (CU) primer, 33 CU hadir offline dan 11 CU hadir online. Jumlah peserta 216 orang, hadir secara offline 167 orang dan online 49 orang. (ADV)