Perangko Geopark Gunungsewu Promosikan Wisata Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menunjukan replika perangko seri Geopark Gunungsewu pada saat peringatan Hari Jadi Gunungkidul ke-190 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (27/5/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
28 Mei 2021 10:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– PT Pos bersama-sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menerbitkan perangko seri geopark Gunungsewu pada Kamis (27/5/2021). Peluncuran ini bertepatan dengan Hari Jadi Gunungkidul ke-190 sehingga menjadi kado dalam perayaan yang dilaksanakan di Bangsal Sewokoprojo.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku bangga dengan terpilihnya kawasan geopark Gunungsewu yang diabadikan dalam seri perangko yang dicetak oleh Perum Peruri ini. “Ya ini sebagai kado di Hari Jadi Gunungkidul-ke190,” katanya usai peringatan, Kamis.

Ia berharap dengan adanya seri perangko Gunungsewu menjadi sarana promosi wisata karena didalamnya ada sejumlah obyek wisata sehingga bisa mendongkrak kunjungan wisatawan di masa mendatang.

Baca juga: BPBD Tanamkan Budaya Sadar Bencana untuk Warga di Kawasan Rawan

“Paling tidak Gunungkidul bisa lebih dikenal lagi potensi alamnya secara luas,” katanya.

Sunaryanta pun menilai lewat perangko, Geopark Gunungsewu menjadi ikon nasional. Terlebih lagi, sambung dia, kawasan karts ini sudah mendapat pengakuan internasional karena masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark. “Mudah-mudahan Gunungkidul semakin terkenal,” katanya.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika ,Kemenkominfo RI, Ahmad Ramli dalam sambutan virtualnnya mengatakan, Geopark Gunungsewu layak diabadikan dalam perangko karena kekayaan yang dimiliki. Menurut dia, bentang alam ini memiliki keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya yang menyatu dan bernilai tinggi. “Hari ini [kemarin] kami meluncurkan empat seri perangko Geopark Gunungsewu,” katanya.

Baca juga: Calon Lurah di Kulonprogo Diminta Hindari Politik Uang

Menurut dia, perangko bisa menjadi media publikasi yang efektif dan efisien terkait dengan keberadaan Geopark Gunungsewu. Meski pada saat ini, perangko jarang digunakan sebagai alat pembayaran pos, namun keberadannya tetap menjadi incaran kolektor lantaran kerap mengabadikan tempat hingga momen bersejarah.

“Perangko masih jadi media diplomasi. Selain itu, juga sebagai sarana mengabadikan berbagai momen spesial,” katanya.