Ngabei Market, Adaptasi Pandemi ala Tamanmartani

Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata memperlihatkan aplikasi Ngabei Market Tamanmartani di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
29 Mei 2021 05:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pandemi Covid-19 menuntut adaptasi pelayanan publik agar tetap maksimal. Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman, sukses menyesuaikan diri dengan pandemi sehingga diganjar predikat kalurahan terbaik di Sleman. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Abdul Hamid Razak.

Pelayanan prima kependudukan yang diberikan Kalurahan Tamanmartani bagi warganya membuat kalurahan ini dinobatkan sebagai kalurahan terbaik di Bumi Sembada pada tahun ini. Layanan ini mempermudah warga mengurus surat-surat kependudukan, mulai dari kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian, mutasi kependudukan, hingga penggantian KTP hilang atau rusak. Pelayanan diberikan secara cuma-cuma.

Warga cukup minta surat pengantar dari RT/RW dan dukuh. Setelah semua persyaratan lengkap, warga tinggal menelepon petugas di kalurahan untuk mengambil berkas tersebut ke rumah warga. Selanjutnya, petugas akan mendatangi warga untuk memproses permohonan tersebut ke dinas dan instansi terkait.

“Setelah jadi, petugas akan mengantar berkas yang dimohonkan ke rumah warga tersebut. Jadi bebas biaya bebas repot,” kata Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata beberapa waktu lalu.

Di masa pandemi Covid-19 ini, semua orang diminta mengurangi interaksi fisik. Dengan layanan ini, warga bisa tetap duduk manis di rumah sementara petugas datang melayani.

"Tentu layanan ini dijalankan dengan tetap mengikuti prokes. Petugas memakai masker, menjaga jarak, dan menggunakan hand sanitizer," kata Gandang.

Penduduk Tamanmartani antusias memanfaatkan layanan prima ini. Setiap hari, 10-20 orang memanfaatkan layanan ini. "Di masa pandemi ini pergerakan orang memang dibatasi tetapi kita tetap dituntut produktif," katanya.

Kalurahan pun menyediakan pasar digital bernama Ngabei Market yang dikelola BUMDesa Tamanmartani.

"Jadi kami harus tetap menjaga roda perekonomian terus berputar. Warung digital ini menyediakan semua produk home industry dan jasa warga," tuturnya.

Jasa-jasa yang ditawarkan warga pun menyentuh kebutuhan sehari-hari. Ada yang menawarkan jasa pijat, kerok, perbaikan genteng, bersih-bersih rumah hingga jasa menanam di lahan pertanian.

“Sekarang kan zaman digital. Kami bentuk dua kelompok wanita tani yang dapat menanam dengan sistem pertanian modern,” katanya.

Kelompok tani wanita ini menggunakan mesin tanam yang mudah dan tidak berat.

“Apalagi anak-anak muda banyak yang tidak tertarik untuk nandur, ini bisa dilakukan ibu-ibu,” katanya.

Puguh Tri Bentarto, salah seorang operator Ngabei Markat Tamanmartani mengatakan Ngabei Market disediakan untuk menjalankan kios digital kios dan memasarkan seluruh produk UMKM.

"Ini merupakan pasar digital pertama yang dikelola kalurahan di DIY," katanya.

Warga bisa berbelanja langsung ke lokasi atau menggunakan jasa kurir yang disebut peluncur. "Ada empat sektor, masing-masing sektor disediakan dua peluncur sehingga total tersedia delapan peluncur," katanya.

Kuris tersebut juga dapat bertindak sebagai agen Ngabei Market. Mereka diberi keleluasaan untuk menerima pendaftaran warga yang ingin bergabung dengan Ngabei Market, termasuk mendampingi pelaku UMKM yang tidak terbiasa menggunakan gadget untuk bertransaksi.

"Peluncur bisa juga mempromosikan produk warga. Saat ini sudah ada 70 UMKM dan jasa yang bergabung sebelum dilaunching," kata Puguh. 

Gandang mengatakan Ngabei Market lahir karena tuntutan zaman.

"Saya tidak memikirkan apa yang saya lakukan ini mampu memulihkan perekonomian setelah hancur akibat pandemi Covid-19. Terlalu jauh. Yang saya lakukan paling tidak untuk membangun kepercayaan diri warga agar dapat bertransaksi online," katanya.

Dengan menumbuhkan kepercayaan diri pelaku UMKM, menurut Gandang, mereka dengan sendirinya akan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Dia yakin, UMKM akan terus berbenah seiring kepercayaan konsumennya.

"Di era pandemi dan serba digital seperti saat ini, kalurahan butuh terobosan-terobosan agar bisa maju dan berkembang," katanya.

Dengan Ngabei Market ini, Tamanmartai juga mengampanyekan agar masyarakat mencintai produk lokal dari serbuan produk luar negeri. “Kami mulai dari Tamanmartani untuk meyayangi produk sendiri," kata Gandang.