Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski sudah memasuki musim kemarau, hujan masih kerap mengguyur wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hal ini wajar terjadi dalam fase awal musim kemarau.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Sleman, Etik Setyaningrum, menjelaskan dalam fase awal musim kemarau, masih ada potensi terjadinya hujan. Meski demikian, intensitas hujan pada masa ini tergolong dalam kategori ringan hingga sedang.
"Secara umum, iklim di sebagian besar wilayah DIY menjelang akhir bulan Mei ini sudah memasuki awal musim kemarau. Hasil monitoring menunjukkan sejak awal Mei, rata-rata curah hujan sudah dibawah 50 mm per dasarian," ujarnya, Minggu (30/5/2021).
Baca juga: Libur Hari Lahir Pancasila Berpotensi Menaikkan Kunjungan Wisata
Hujan yang terjadi di awal kemarau tidak merata, dengan didominasi di bagian utara dan tengah DIY. Hujan juga berlangsung dalam periode singkat. Potensi hujan masih akan muncul dalam beberapa hari ke depan karena tingkat kelembaban udara di sekitar wilayah DIY masih cukup tinggi, yakni 93%.
Potensi hujan dipengaruhi adanya pola angin pada bagian atas atmosfer DIY yang membentuk belokan, sehingga turut dapat membentuk awan. Meski demikian, akumulasi hujan diprediksi hanya dibawah 50 mm per dasarian.
Seperti diketahui, suatu daerah dikatakan memasuki masuk musim kemarau apabila curah hujan dalam periode satu dasarian berada dibawah 50 mm diikuti beberapa dasarian berikutnya secara konsisten. Seluruh wilayah DIY dipastikan sudah masuk awal musim kemarau pada akhir Mei ini.
Baca juga: Aniaya Pegawai Klub Malam, Seorang Anggota Polisi Dicopot dari Jabatanya
Awal kemarau dipengaruhi dinamika atmosfer seperti pola angin yang berasal dari timuran yakni monsoon Australia. Pada Juni mendatang, kondisi musim kemarau akan tetap berlanjut dengan tren yang meningkat hingga beberapa bulan ke depan. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi di pada Juli-Agustus 2021.
BMKG menghimbau masyarakat agar mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau, seperti mulai menghemat air, menjaga kesehatan dengan minum air yang cukup, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak terlalu penting. “Para petani juga disarankan untuk mulai mempersiapkan pola tanam yang sesuai iklim kemarau agar tidak mengalami gagal panen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Google uji coba penyimpanan Gmail gratis 5 GB untuk akun baru. Cara dapat 15 GB penuh: tautkan nomor telepon. Simak detailnya.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.