Kesulitan Jaringan Internet, SD di Gunungkidul ini Terpaksa Gelar PTM selama Pandemi

Ilustrasi. - SOLOPOS/Ratna Puspita Dewi
04 Juni 2021 06:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, NGAWEN—Belum meratanya jaringan internet, membuat SD N Gunung Gambar yang terletak di Padukuhan Gunung Gambar, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul tidak bisa melakukan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

“Awalnya pernah mencoba pembelajaran daring, namun saat tugas diberikan pagi, para siswa baru bisa mengumpulkan siang atau sore. Pernah ada juga yang sampai berganti hari. Setelah dua pekan, akhirnya pihak sekolah mengumpulkan wali murid, Dukuh dan tokoh masyarakat. Diputuskan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Kepala Sekolah SDN Gunung Gambar, Purwo Jayusman, Kamis (3/6/2021).

BACA JUGA : PTM di Jogja Ditunda, Sekolah Lega

Setelah diputuskan itu sebanyak 30 siswa akhirnya mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang dilaksanakan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB - pukul 10.00 WIB. Keputusan ini dirasa menjadi yang terbaik, karena meski di sekolah sudah ada Wifi, namun tidak lancar juga. Termasuk para siswa yang berada di lereng bawah, lebih sulit lagi mendapatkan jaringan internet.

Sekolah yang sudah berdiri sejak 1986 itu memang berada di daerah terpencil. Secara geografis lokasinya berada di pegunungan Zona Batur Agung Utara wilayah Gunungkidul.

“Murid di sini dari tiga Padukuhan, dari Kapanewon Ngawen, yaitu Padukuhan Gunung Gambar, Padukuhan Kampung, dan Padukuhan Pringombo, Kapanewon Nglipar,” ujar Jayus.

Meski jumlah siswa tidak terlalu banyak, tidak dipungkiri Jayus, untuk mengedukasi protokol kesehatan menjadi tantangan tersendiri. “Kalau anak-anak bermain sulit untuk menjaga jarak,” ucap Jayus.

BACA JUGA : PTM Untuk TK Dianggap Masih Sulit

Jayus mengatakan terkait protokol kesehatan di sekolah ini juga memberikan aturan khusus jika ada salah satu anggota keluarga yang datang dari luar kota, siswa tersebut diperkenankan tidak masuk selama satu Minggu.

“Jika ada gejala batuk, pilek, kami sarankan segera memeriksakan diri. Anak-anak juga aktif memberitahu jika ada keluarga dari luar kota mau datang. Kami bersyukur sampai saat ini tidak ada yang positif Covid-19,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Sudya Marsita mengatakan SDN Gunung Gambar memang menjadi satu-satunya sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka sampai saat ini. Ia tidak memungkiri hal itu dilakukan karena ada kendala jaringan.

“Kondisinya memang sulit sinyal. Terpenting protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, agar para murid dan guru tetap sehat, selama menjalankan pembelajaran tatap muka,” ujar Sudya.