Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Selain untuk memberdayakan masyarakat, Pemkab Sleman berkomitmen terus mendorong lahirnya petani milenial di kabupaten Sleman. Tujuannya, untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di Sleman.
Bupati Sleman Kustini mengakui saat ini generasi muda kurang meminati sektor pertanian. Anak-anak muda yang terjun ke pertanian jumlahnya masih minim sehingga Pemkab terus mendorong lahirnya petani milenial. Targetnya, hingga 2024 sebanyak 1.000 petani milenial lahir di bumi sembada ini.
Maka dari itu, kata Kustini, Pemkab akan terus mendorong terbentuknya petani milenial untuk meregenerasi dan lebih memajukan pertanian. "Jujur saja sekarang ini kan regenerasi (petani) memang kurang. Petani yang senior sudah di atas 50 tahun, dan generasi di bawahnya belum ada," ujar Bupati Sleman Kustini saat menerima kunjungan dari Kementerian Pertanian RI, Jumat (4/6/2021).
Baca juga: Petani Hutan Kulonprogo, Gunungkidul, & Sleman Dapat Hibah Kendaraan Ratusan Juta
Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI, Prof. Dedi Nursyamsi menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemkab. Menurutnya Kementan siap bekerja sama dengan Pemkab guna meningkatkan program tani milenial.
"Kami full support program ini. Konkretnya, di DIY kan ada BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), ada balai karantina, dan bagaimana nanti menyusun program pelatihan tersebut. Kami juga ada narasumber-narasumber. Kalau perlu kami datangkan dari Bogor, dari Lembang yang juga memiliki balai pelatihan," katanya.
Dedi juga mengapresiasi inovasi Pemkab yang memanfaatkan teknologi dalam bidang pertanian. Hal itu dianggap sesuai dengan minat generasi milenial yang dekat dengan dunia digital. Menurutnya segala sesuatu yang berbasis digital akan melahirkan peluang efisiensi akan semakin tinggi.
Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19
"Efisiensi semakin tinggi, duit juga semakin gede. Pemahaman seperti yang harus dorong untuk menarik minat para petani milenial," tuturnya.
Pada April lalu, Pemkab mencanangkan Kampanye Tani Milenial. Pemkab juga akan membuat sekolah tani untuk mengasah keterampilan para tani, khususnya petani milenial. Pemkab pun menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI demi mensukseskan gerakan tani milenial ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan upaya untuk melahirkan petani milenial akan terus dilakukan. Saat ini sudah lahir sebanyak 294 petani milenial di Sleman. Menurut Heru, secara batasan usia petani milenial berusia antara 19 hingga 39 tahun. Namun, katanya, ada klausul yang memiliki jiwa muda untuk kemudian bisa menjadi petani milenial.
"Jadi usia 39 tahun itu tadi ada komanya, sehingga usia diatas 39 masih bisa disebut milenial karena punya semangat dan jiwa milenial," jelasnya.
Heru menambahkan, petani milenial selain menguasai bidang pertanian juga menguasai teknologi informasi. Seperti yang dilakukan pada acara tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan melakukan demonstrasi penyemprotan cabai menggunakan drone. "Ini sebagai motivasi bagi petani milenial bertani tidak harus menyentuh lahan tapi bisa melalui teknologi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
30 Juli: Hari Ikrar Pramuka, Hari Persahabatan Sedunia, Hari Anti Perdagangan Manusia, dan Hari Snorkeling. Simak sejarah dan makna peringatan ini!
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.