Kasus Pemakaman Tanpa Prokes: Baru Enam Warga di Bantul Ikuti Swab Massal

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
06 Juni 2021 08:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar swab PCR massal terhadap warga yang hadir dalam pemakaman jenazah Covid-19 tanpa protokol kesehatan di Lopati, Trimurti, Srandakan, 1 Juni lalu.

Namun dari 25 warga yang terdaftar dan harus menjalani swab PCR pada Sabtu (5/6), hanya ada enam warga yang hadir dan mengikuti swab PCR.  Adapun keenam warga yang hadir itu adalah warga RT92, Lopati, Trimurti, Srandakan.

BACA JUGA : Kasus Pemakaman Tanpa Prokes, Ketua RT Sebut Ada Miskomunikasi

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, baru ada enam warga yang mengikuti swab PCR, Sabtu (5/6).  Sampel swab rencananya akan langsung dikirim ke laboratorium, dan diharapkan hasil keluar Senin (7/6) mendatang.

Menurut Agus, selain menggelar swab massal PCR dengan mendatangi warga seperti sekarang ini, Dinkes telah meminta warga yang belum hadir untuk mendatangi puskesmas Srandakan guna menjalani swab PCR. Meski demikian, Agus tidak menampik akan kembali terjun ke pemukiman warga guna memudahkan warga menjalani swab PCR.

"Tujuannya adalah untuk mempermudah saja," kata Agus.

BACA JUGA : Pemakaman Pasien Covid-19 Tanpa Prokes Sudah Terjadi Berkali-kali di Srandakan, Camat Beberkan Faktanya

Ketua RT 92, Lopati, Trimurti Kuswanto mengakui jika baru ada  enam warganya yang mengikuti swab PCR. Untuk sisa 19 warga yang belum hadir dalam swab PCR, Sabtu (5/6), akan diminta hadir untuk menjalani swab PCR di Puskesmas Srandakan.