Penerimaan Mahasiswa Baru Kampus Swasta di Jogja Terapkan Sistem Daring dan Luring

Ilustrasi. - Freepik
07 Juni 2021 06:27 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Untuk menyambut tahun akademik 2021/2022 mendatang, sejumlah kampus swasta di Jogja sudah mulai membuka pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru sejak awal tahun. Adanya pandemi sejak tahun lalu membuat proses penerimaan mahasiswa baru ini dilakukan secara hybrid, yaitu daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).

Kabid Humas Universitas Islami Indonesia (UII) Ratna Permata Sari menerangkan proses penerimaan mahasiswa baru di UII sudah berlangsung sejak awal Januari 2021 lalu. Kampus tersebut menyediakan kuota sebanyak 5.500 mahasiswa baru dalam penerimaan tahun ini.

"Sampai awal Juni ini tercatat persentase keterisian sebanyak 58,5% dari kuota," ujar Ratna, Minggu (6/6/2021).

Baca juga: Minat Murid Luar DIY Sekolah ke Jogja Berkurang

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun membuat UII beradaptasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Sejak tahun lalu, proses penerimaan dilakukan secara daring. Sehingga, mahasiswa dari luar kota bisa mendaftar dengan mudah lewat situs UII.

Ia menerangkan, skema pendaftaran mulai dari tes seleksi hingga verifikasi dokumen sepenuhnya diupayakan untuk dilaksanakan secara daring. Ratna berharap tahun ini proses penerimaan mahasiswa baru bisa berjalan lancar dan kuota terpenuhi.

Tahun lalu, kampus ini juga menargetkan sekitar 5.500 mahasiswa baru. Meskipun ada pandemi, hal itu tidak menurunkan animo lulusan sekolah untuk mendaftar ke UII lantaran rupanya kuota tetap terpenuhi.

"Tahun ini kami evaluasi perbaikan jalur dan media komunikasi supaya calon mahasiswa baru bisa semakin mudah mencari informasi, termasuk mudah menanyakan hal-hal terkait problem teknis selama proses pendaftaran penerimaan mahasiswa baru," terangnya.

Baca juga: Menteri Sandiaga Sepakat Work From Jogja, Mana yang Lebih Siap?

Dihubungi terpisah, Humas Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ariadi menuturkan saat ini proses penerimaan mahasiswa baru di UAD sudah dibuka sejak 4 Januari 2021 lalu hingga penutupan pada September 2021 mendatang. Calon mahasiswa baru bisa mendaftar dengan dua cara.

"Bisa secara daring maupun luring. Untuk luring prosesnya berada di kampus 4 UAD," kata dia.

Ia menyebutkan ada penurunan animo calon mahasiswa baru untuk memilih UAD sebagai perguruan tinggi tujuan studi akibat pandemi setahun terakhir. "Ada penurunan tapi tidak signifikan. Tahun lalu kami menerima 6.500 lebih mahasiswa baru," ujarnya.

Ariadi menyebut tahun ini UAD menargetkan bisa menjaring 6.500-7.000 mahasiswa baru. Ia berharap, target tersebut bisa terpenuhi karena ia memastikan proses penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Untuk prodi tertentu yang memerlukan tes tertulis, maka syarat hasil kesehatan dan penerapan protokol kami lakukan secara ketat," imbuhnya.