Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY optimistis Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara serentak digelar pada tahun ajaran baru atau pertengahan Juli mendatang. Keyakinan ini didasarkan karena hampir semua guru sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Hanya 1.300an guru yang belum menjalani vaksinasi Covid-19.
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan data terakhir guru sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) yang belum menejalani vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.300an kurang. Sementara Disdikpora juga mendapatkan jatah vaksinasi sebanyak 1.500 guru dari Dinas Kesehatan.
Saat ini proses vaksinasi untuk dosis pertama juga sedang dimulai di kabupaten dan kota. “Semoga vaksin dosis kedua selesai sebelum atahun jaran baru tanggal 12 Juli mendatang,” kata Didik, saat dihubungi Rabu (9/6/2021). Pihaknya tidak mengetahui proses vaksinasi karena vaksinasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan, “Yang jelas kami mendapatkan jatah vaksin untuk guru 1.500 orang. Sementara guru yang belum divaksin ada 1.300an kurang,” ucap Didik.
Sementara total guru SMA, SMK, dan SLB khusus untuk pelayanan siswa di kelas, laboratorium, dan perpustakaan sebanyak 15.480 orang. Jika digabung dengan tenaga kependidikan di sekolah termasuk satpam, tukang kebun, dan bagian umum bisa mencapai 16.692 orang. Vaksinasi guru baru diperioritaskan untuk guru yang berhubungan langsung dengan siswa.
Sementara mekanisme PTM yang akan dilakukan menyesuaikan kondisi masing-masing di sekolah apakah akan menerapkan 50% masuk dari total jumlah siswa atau 25% dari total jumlah siswa. Menurut Didik, sesuai Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek); Menteri Agama, Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, maksimal siswa yang masuk adalah 50%.
BACA JUGA: Begini Kronologi Pemberian Gelar Profesor Kehormatan Megawati
Sementara keputusan Menteri Kesehatan terbaru maksimal 25% dari total jumlah siswa dan sepekan dua kali. Didik mengatakan daerah diberi kebebasan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka maksimal 50%. Pihaknya akan mengacu pada situasi dan kondisi di masing-masing sekolah dalam menentukan kuota siswa yang masuk asalkan maksimal 50%.
Bahkan jika di sekolah ada siswa yang terpapar atau sekolah masuk dalam zona merah Covid-19 tidak diwajibkan untuk menggelar PTM, melainkan tetap menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ), “Kalau sekolah memungkinkan untuk menerapkan 50% tidak masalah, tapi kalau ada keraguan ya 25%. Kalau ada yang terpapar atau zona merah ya PJJ, tergantung situasi dan kondisi masing-masing sekolah, di situ peran gugas tugas sekolah untuk membangun kerjasama dengan gugus tugas Covid-19 tingkat dsesa dan kecamatan,” ujar Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Port USB-C HP rusak? Kenali penyebab, cara mengecek, biaya perbaikan, hingga kapan komponen tersebut perlu diganti agar tidak salah mengambil keputusan.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.