UGG Gunungsewu Bersiap Revalidasi 2027, 8 Catatan Mulai Dibenahi
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Klaster penularan Covid-19 di Gunungkidul terus bertambah. Puluhan warga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di Kalurahan Girisekar, Panggang. Sementara, muncul penularan dari salah satu pondok pesantren di Kapanewon Playen.
Total pada Kamis (10/6) ada penambahan 86 kasus baru. Penambahan ini menjadi yang terbanyak dalam satu hari sejak kasus Corona muncul pertama kali di Gunungkidul.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Perpanjang Jadwal PPDB Jalur Bibit Unggul
Panewu Panggang Winarno mengatakan sedang menyoroti lonjakan kasus di Kalurahan Girisekar. Di wilayah ini sudah ada 22 warga yang dinyatakan positif Covid-19.
Menurut dia, penularan ini terdiri dari dua kelompok. Pertama, kasus penularan yang berasal dari pemilik pondok pesantren di Dusun Warak. Total ada sembilan anggota keluarga yang dinyatakan positif. Adapun penularan bermula adanya kunjungan dari saudara dari Sleman. “Masih dalam tracing dan belum ada laporan penularan ke kalangan santri. Untuk pemilik dan keluarga yang terinfeksi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Winarno kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).
Penularan kedua berasal dari acara hajatan warga di Dusun Jeruken. Kasus ini bermula salah seorang warga yang telah menjalani swab ikut dalam acara hajatan. Pada saat acara berlangsung, hasil swab belum diketahui sehingga layaknya warga lainnya ikut dalam kegiatan hajatan. “Ternyata hasil swab positif sehingga langsung dilakukan tracing. Hasil penelusuran, ada 12 warga yang ikut hajatan tertular sehingga jumlah kasus di Dusun Jeruken ada 13 orang,” katanya.
Menurut Winarno, kasus penularan di acara hajatan warga di Dusun Jeruken sama dengan klaster takziah di Kalurahan Giriharjo beberapa waktu lalu. Ia pun berharap kepada warga telah menjalani swab dan menunggu hasilnya untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini sebagai upaya antisipasi hasil tes positif sehingga potensi penularan bisa ditekan.
“Yang di takziah [Giriharjo] dulu sama hasilnya belum ada, tapi setelah keluar ternyata positif. Jadi, saya minta pada saat menunggu hasil uji laborat, warga mau menjalani isolasi,” katanya.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, Luhut Minta Indonesia Contoh China
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, adanya tambahan 86 kasus baru dalam sehari merupakan jumlah penularan terbanyak. Jumlah ini salah satunya disumbang dari klaster baru dari pondok pesantren di Kapanewon Playen.
“Sebelumnya ada klaster pabrik tas dan Dengok. Sekarang tambah ada klaster pondok pesantren di Bandung Kaanewon Palyen dan juga hajatan di Kapanewon Panggang,” katanya.
Kini, jumlah kasus Covod-19 di Gunungkidul menjadi 3.429 orang. Dari jumlah tersebut, 2.879 orang yang telah dinyatakan sembuh, 391 orang masih menjalani perawatan dan 159 orang meninggal dunia karena corona. “Untuk hari ini ada 15 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.