Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Klaster penularan Covid-19 di Gunungkidul terus bertambah. Puluhan warga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di Kalurahan Girisekar, Panggang. Sementara, muncul penularan dari salah satu pondok pesantren di Kapanewon Playen.
Total pada Kamis (10/6) ada penambahan 86 kasus baru. Penambahan ini menjadi yang terbanyak dalam satu hari sejak kasus Corona muncul pertama kali di Gunungkidul.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Perpanjang Jadwal PPDB Jalur Bibit Unggul
Panewu Panggang Winarno mengatakan sedang menyoroti lonjakan kasus di Kalurahan Girisekar. Di wilayah ini sudah ada 22 warga yang dinyatakan positif Covid-19.
Menurut dia, penularan ini terdiri dari dua kelompok. Pertama, kasus penularan yang berasal dari pemilik pondok pesantren di Dusun Warak. Total ada sembilan anggota keluarga yang dinyatakan positif. Adapun penularan bermula adanya kunjungan dari saudara dari Sleman. “Masih dalam tracing dan belum ada laporan penularan ke kalangan santri. Untuk pemilik dan keluarga yang terinfeksi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Winarno kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).
Penularan kedua berasal dari acara hajatan warga di Dusun Jeruken. Kasus ini bermula salah seorang warga yang telah menjalani swab ikut dalam acara hajatan. Pada saat acara berlangsung, hasil swab belum diketahui sehingga layaknya warga lainnya ikut dalam kegiatan hajatan. “Ternyata hasil swab positif sehingga langsung dilakukan tracing. Hasil penelusuran, ada 12 warga yang ikut hajatan tertular sehingga jumlah kasus di Dusun Jeruken ada 13 orang,” katanya.
Menurut Winarno, kasus penularan di acara hajatan warga di Dusun Jeruken sama dengan klaster takziah di Kalurahan Giriharjo beberapa waktu lalu. Ia pun berharap kepada warga telah menjalani swab dan menunggu hasilnya untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini sebagai upaya antisipasi hasil tes positif sehingga potensi penularan bisa ditekan.
“Yang di takziah [Giriharjo] dulu sama hasilnya belum ada, tapi setelah keluar ternyata positif. Jadi, saya minta pada saat menunggu hasil uji laborat, warga mau menjalani isolasi,” katanya.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, Luhut Minta Indonesia Contoh China
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, adanya tambahan 86 kasus baru dalam sehari merupakan jumlah penularan terbanyak. Jumlah ini salah satunya disumbang dari klaster baru dari pondok pesantren di Kapanewon Playen.
“Sebelumnya ada klaster pabrik tas dan Dengok. Sekarang tambah ada klaster pondok pesantren di Bandung Kaanewon Palyen dan juga hajatan di Kapanewon Panggang,” katanya.
Kini, jumlah kasus Covod-19 di Gunungkidul menjadi 3.429 orang. Dari jumlah tersebut, 2.879 orang yang telah dinyatakan sembuh, 391 orang masih menjalani perawatan dan 159 orang meninggal dunia karena corona. “Untuk hari ini ada 15 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.