Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Klaster penularan Covid-19 di Gunungkidul terus bertambah. Puluhan warga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di Kalurahan Girisekar, Panggang. Sementara, muncul penularan dari salah satu pondok pesantren di Kapanewon Playen.
Total pada Kamis (10/6) ada penambahan 86 kasus baru. Penambahan ini menjadi yang terbanyak dalam satu hari sejak kasus Corona muncul pertama kali di Gunungkidul.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Perpanjang Jadwal PPDB Jalur Bibit Unggul
Panewu Panggang Winarno mengatakan sedang menyoroti lonjakan kasus di Kalurahan Girisekar. Di wilayah ini sudah ada 22 warga yang dinyatakan positif Covid-19.
Menurut dia, penularan ini terdiri dari dua kelompok. Pertama, kasus penularan yang berasal dari pemilik pondok pesantren di Dusun Warak. Total ada sembilan anggota keluarga yang dinyatakan positif. Adapun penularan bermula adanya kunjungan dari saudara dari Sleman. “Masih dalam tracing dan belum ada laporan penularan ke kalangan santri. Untuk pemilik dan keluarga yang terinfeksi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Winarno kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).
Penularan kedua berasal dari acara hajatan warga di Dusun Jeruken. Kasus ini bermula salah seorang warga yang telah menjalani swab ikut dalam acara hajatan. Pada saat acara berlangsung, hasil swab belum diketahui sehingga layaknya warga lainnya ikut dalam kegiatan hajatan. “Ternyata hasil swab positif sehingga langsung dilakukan tracing. Hasil penelusuran, ada 12 warga yang ikut hajatan tertular sehingga jumlah kasus di Dusun Jeruken ada 13 orang,” katanya.
Menurut Winarno, kasus penularan di acara hajatan warga di Dusun Jeruken sama dengan klaster takziah di Kalurahan Giriharjo beberapa waktu lalu. Ia pun berharap kepada warga telah menjalani swab dan menunggu hasilnya untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini sebagai upaya antisipasi hasil tes positif sehingga potensi penularan bisa ditekan.
“Yang di takziah [Giriharjo] dulu sama hasilnya belum ada, tapi setelah keluar ternyata positif. Jadi, saya minta pada saat menunggu hasil uji laborat, warga mau menjalani isolasi,” katanya.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, Luhut Minta Indonesia Contoh China
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, adanya tambahan 86 kasus baru dalam sehari merupakan jumlah penularan terbanyak. Jumlah ini salah satunya disumbang dari klaster baru dari pondok pesantren di Kapanewon Playen.
“Sebelumnya ada klaster pabrik tas dan Dengok. Sekarang tambah ada klaster pondok pesantren di Bandung Kaanewon Palyen dan juga hajatan di Kapanewon Panggang,” katanya.
Kini, jumlah kasus Covod-19 di Gunungkidul menjadi 3.429 orang. Dari jumlah tersebut, 2.879 orang yang telah dinyatakan sembuh, 391 orang masih menjalani perawatan dan 159 orang meninggal dunia karena corona. “Untuk hari ini ada 15 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
ChatGPT error pada Sabtu (25/7/2026), server down global. Jutaan pengguna mengeluh di X. OpenAI belum beri pernyataan resmi.
Mencari mobil offroad murah untuk pemula? Simak 12 rekomendasi mobil tangguh mulai dari Suzuki Jimny, Daihatsu Taft, Pajero lawas hingga Jeep Cherokee
Sulit percaya pada orang lain bisa memengaruhi hubungan sosial dan emosional. Kenali tanda-tandanya mulai dari mudah curiga, overthinking, hingga menjaga jarak
Cristiano Ronaldo resmi tidak lagi tampil di Piala Dunia. Portugal kehilangan ikon dan daya tarik komersial. Pakar sebut ini 'tragedi' bagi federasi.
Nasib F1 GP Malaysia 2026 akan diumumkan Minggu 26 Juli. Sepang jadi opsi cadangan jika GP Bahrain batal. Simak pernyataan PM Anwar Ibrahim.