Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Klaster penularan Covid-19 di Gunungkidul terus bertambah. Puluhan warga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di Kalurahan Girisekar, Panggang. Sementara, muncul penularan dari salah satu pondok pesantren di Kapanewon Playen.
Total pada Kamis (10/6) ada penambahan 86 kasus baru. Penambahan ini menjadi yang terbanyak dalam satu hari sejak kasus Corona muncul pertama kali di Gunungkidul.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Perpanjang Jadwal PPDB Jalur Bibit Unggul
Panewu Panggang Winarno mengatakan sedang menyoroti lonjakan kasus di Kalurahan Girisekar. Di wilayah ini sudah ada 22 warga yang dinyatakan positif Covid-19.
Menurut dia, penularan ini terdiri dari dua kelompok. Pertama, kasus penularan yang berasal dari pemilik pondok pesantren di Dusun Warak. Total ada sembilan anggota keluarga yang dinyatakan positif. Adapun penularan bermula adanya kunjungan dari saudara dari Sleman. “Masih dalam tracing dan belum ada laporan penularan ke kalangan santri. Untuk pemilik dan keluarga yang terinfeksi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Winarno kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).
Penularan kedua berasal dari acara hajatan warga di Dusun Jeruken. Kasus ini bermula salah seorang warga yang telah menjalani swab ikut dalam acara hajatan. Pada saat acara berlangsung, hasil swab belum diketahui sehingga layaknya warga lainnya ikut dalam kegiatan hajatan. “Ternyata hasil swab positif sehingga langsung dilakukan tracing. Hasil penelusuran, ada 12 warga yang ikut hajatan tertular sehingga jumlah kasus di Dusun Jeruken ada 13 orang,” katanya.
Menurut Winarno, kasus penularan di acara hajatan warga di Dusun Jeruken sama dengan klaster takziah di Kalurahan Giriharjo beberapa waktu lalu. Ia pun berharap kepada warga telah menjalani swab dan menunggu hasilnya untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini sebagai upaya antisipasi hasil tes positif sehingga potensi penularan bisa ditekan.
“Yang di takziah [Giriharjo] dulu sama hasilnya belum ada, tapi setelah keluar ternyata positif. Jadi, saya minta pada saat menunggu hasil uji laborat, warga mau menjalani isolasi,” katanya.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, Luhut Minta Indonesia Contoh China
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, adanya tambahan 86 kasus baru dalam sehari merupakan jumlah penularan terbanyak. Jumlah ini salah satunya disumbang dari klaster baru dari pondok pesantren di Kapanewon Playen.
“Sebelumnya ada klaster pabrik tas dan Dengok. Sekarang tambah ada klaster pondok pesantren di Bandung Kaanewon Palyen dan juga hajatan di Kapanewon Panggang,” katanya.
Kini, jumlah kasus Covod-19 di Gunungkidul menjadi 3.429 orang. Dari jumlah tersebut, 2.879 orang yang telah dinyatakan sembuh, 391 orang masih menjalani perawatan dan 159 orang meninggal dunia karena corona. “Untuk hari ini ada 15 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Real Madrid menjamu RB Leipzig di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, hasil laga sebelumnya, dan peluang kedua tim.
Inter Milan menjamu Shakhtar Donetsk di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, kondisi Lautaro Martinez, dan peluang kedua tim.
Bayern Muenchen menjamu Arsenal di Liga Champions. Kimmich dan Olise absen, sedangkan kondisi Kompany dan Neuer menjadi perhatian.