Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Klaster penularan virus corona di Kapanewon Playen bertambah. Klaster baru muncul dari pondok pesantren putri di Kalurahan Bandung, Playen. Penularan ini bermula dari lima santri yang kehilangan indra penciuman secara tiba-tiba.
Panewu Playen, Muh Setyawan Indriyanto mengatakan, total dari klaster pondok pesantren ada 12 santri yang dinyatakan positif corona. Kasus ini muncul bermula adanya lima santri dari ponpes yang kehilangan indra penciuman dua hari lalu.
Pengasuh pondok langsung melakukan tes dan hasilnya kelima santri dinyatakan positif. Oleh pengasuh pondok, 5 orang santriwati ini di tempatkan di ruang isolasi khusus. Selanjutnya dilakukan tracing terhadap 14 santri yang kontak erat. Adapun hasilnya ada tujuh santriwati yang dinyatakan positif corona.
“Upaya penelusuran terus dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Limbah Makanan di Indonesia Sebabkan Kerugian Ekonomi Ratusan Triliun per Tahun
Menurut dia, adanya kasus ini menambah panjang penularan di Kapanewon Playen. Pasalnya, sebelum adanya penularan di ponpes sudah ada klaster pabrik tas dan Dengok.
“Untuk ponpes memang sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kami juga sudah melakukan pengecekan dan pelaksanaan mematuhi protokol kesehatan, tapi untuk penularan asal usulnya belum diketahui secara pasti,” kata mantan Camat Gedangsari ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, hari ini penambahan kasus terkonfirmasi positif pecah rekor. Sebelumnya maksimal 50 orang perhari, hari ini muncul 86 kasus baru. “Ini rekor baru,” katanya.
Menurut dia, adanya rekor baru penularan dalam sehari berdampak terhadap penambahkan klaster. Pada awalnya hanya ada Klaster Dengok dan pabrik tas, namun pada Kamis ada tambahan dari klaster hajatan dan keluarga di Girisekar, Kapanewon Panggang. Sedangkan satu klaster lagi berasal dari acara tunangan warga di Kapanewon Karangmojo.
“Untuk data penularan dari klaster baru masih dihitung petugas berapa warga yang tertular. Jadi, sabar dulu. Yang jelas, ada penambahan klaster penularan baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta
Veda Ega Pratama finis di posisi ke-20 pada sesi Practice Moto3 Aragon 2026. David Almansa menjadi pembalap tercepat di MotorLand Aragon.
FIFA mengubah aturan pelaksanaan hukuman pemain Argentina pasca-final Piala Dunia 2026. Paredes dan Molina tetap diskors, tetapi bisa menjalani sanksi di laga p
Desta resmi mundur dari Vindes Corp. Simak perjalanan dan gurita bisnis kreatif Vindes yang berkembang dari konten YouTube menjadi ekosistem hiburan, olahraga,
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi realokasi anggaran MBG mulai 2028 untuk memenuhi putusan MK terkait pemisahan dana MBG dari belanja pendidikan.