Buntut Kasus Covid-19 di Bausasran, Tracing di Kelurahan Bausasran Jogja

Ilustrasi. - Freepik
14 Juni 2021 14:17 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Satgas Penanganan Covid-19 Kelurahan Bausasran menggencarkan upaya tracing untuk mencegah meluasnya kasus Covid-19 di wilayah itu seiring munculnya temuan puluhan warga yang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah setempat. Satgas menyebut, tes swab juga tengah dilakukan kepada sejumlah warga yang mempunyai riwayat kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Lurah Bausasran, Akhmad Yuliantara mengatakan, kasus terkonfirmasi Covid-19 itu tersebar di lima RW yakni RW 1, RW 2, RW 5, RW 9, dan RW 11. Dirinya juga membantah ada lockdown di sejumlah lokasi yang terpapar Covid-19. Pihaknya hanya menutup akses terhadap empat rumah yang kebetulan berdekatan dan terdapat penularan Covid-19.

BACA JUGA: Pengelola Wisata Minta Pemkab Bantul Beri Bantuan Sarpras Pendukung Prokes

"Itu hanya empat rumah dan untuk keperluan isolasi mandiri jadi dibatasi aksesnya. Tidak ada lockdown," katanya Senin (14/6/2021).

Akhmad menjelaskan bahwa, secara total ada 43 warga yang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah itu dan tersebar di sejumlah tempat. Saat ini, lebih dari separuh warga yang terkonfirmasi Covid-19 itu telah dibawa ke shelter untuk isolasi mandiri dan sebagian lainnya isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Tracing sudah kami lakukan. Sesuai dengan protokol yang kontak erat itu sudah isolasi mandiri. Beberapa juga sudah kami tes swab dan hasilnya negatif," katanya.

Saat ini, ada 14 warga lagi yang tengah menjalani isolasi mandiri dan tengah menunggu jadwal untuk tes swab. Pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan juga Puskesmas Danurejan tengah berkoordinasi lebih lanjut untuk penanganan di lapangan serta upaya pencegahan lainnya.

Dia mengklaim bahwa pengawasan Satgas Covid-19 di tingkat mikro selama ini sudah cukup ketat. Misalnya memberlakukan pencatatan serta meminta surat keterangan bebas Covid-19 kepada warga asal luar daerah. Hanya saja, temuan kasus yang terjadi itu berasal dari berbagai tempat.

"Acara-acara yang mengundang kerumunan juga pasti kami batasi. Ada tim Satgas Covid-19 juga yan mengawasi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, puluhan warga di Kelurahan Bausasran, Kota Jogja terpapar Covid-19. Kasus itu tersebar di sejumlah tempat.

"Ya, memang ada kasus. Tetapi sebenarnya kalau dilihat akumulasi jadi besar. Kasusnya tersebar di banyak RT dan RW dan penyebabnya itu berbeda-beda. Jadi sebagian besar tidak berkaitan," jelas Heroe.

Hereo menjelaskan, pihaknya mengidentifikasi bahwa penularan itu sedikitnya terjadi pada tiga tempat yang berbeda dan tidak berasal dari Kota Jogja. Ada yang tertular dari kantor, tamu luar daerah, dan kontak erat dari keluarga.

"Jadi sebenarnya kasusnya terpisah-pisah. Tetapi berada dalam satu wilayah kampung di Danurejan," ungkapnya.