Rp43,4 Miliar Danais Cair, Pemkab Bantul Segera Beli Tanah untuk Taman Budaya

Ilustrasi dana. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
16 Juni 2021 01:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan merealisasikan pembelian tanah seluas lima hektare untuk lokasi pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) di Sedangsari, Pajangan, tahun ini.

Hal ini menyusul segera cairnya dana keistimewaan tahap kedua senilai Rp43,4 miliar.

"Kami anggarkan Rp31 miliar untuk pembelian tanah lokasi dibangunnya Taman Budaya. Sisanya, pencairan anggaran dana istimewa tahap kedua akan digunakan untuk kegiatan lainnya, seperti rintisan desa budaya dan pentas daring," kata Kundha Kabudayan Bantul Nugroho Eko Setyanto, Selasa (15/6/2021).

Nugroho menambahkan, pembebasan lahan untuk lokasi TBB ditarget selesai pada tahap kedua pencairan dana keistimewaan. Sebab, setelah itu, Pemkab akan langsung mempercepat pembangunan TBB.

BACA JUGA: 17 Pasien Covid-19 di DIY Meninggal Dunia dalam 24 Jam Terakhir

"Memang targetnya tahap kedua pembelian ini selesai. Setelah itu baru menyelesaikan penyusunan DED [Detail Enginering Desain]," papar Nugroho.

Menurut dia, tahun 2021, jawatannya sejatinya mendapatkan dana keistimewaan senilai Rp62 miliar. Namun dana itu tidak langsung cair sepenuhnya, karena dibagi menjadi tiga termin pencairan. Pencairan tahap 1, senilai Rp6,2 miliar dilakukan Januari. Anggaran ini harus diserap sebesar minimal 80 persen pada April 2021.

"Ditempat kami, tahap pertama sudah terserap 90 persen. Setelah kami kirimkan laporan, akan ada evaluasi. Setelah itu, tahap kedua yakni 70 persen dari total dana keistimewaan baru bisa dicairkan," papar Nugroho.

Usai total 70 persen dari total dana keistimewaan atau Rp43,4 miliar dicairkan dan direalisasikan. Maka akan ada evaluasi lanjutan terkait serapan anggaran, sebelum nantinya, 20 persen sisa dana dari Rp62 miliar bisa dicairkan.

"Jadi seperti itu tahapannya," ucap Nugroho.

TBB sendiri, menurut Nugroho, TBB akan merealisasikan konsep catur gatra tungal yang meliputi elemen religi yang diwujudkan dengan keberadaan masjid.

Alun-alun sebagai tempat interaksi akan diwujudkan dalam bentuk plaza. Di samping itu akan ada pendopo sebagai implementasi pusat pemerintahan dan pusat UMKM sebagai bentuk dari konsep perekonomian.

Sejauh ini, konsep ini, kata Nugroho telah masuk dalam DED dan tengah disusun oleh Pemkab Bantul.

Tak sampai disitu, Pemkab juga memastikan proyek pembangunan bertaraf internasional itu menelan anggaran lebih dari Rp150 miliar itu menggunakan Dana Keistimewaan.

Sedangkan untuk penyusunan DED dan Masterplan menggunakan APBD Bantul 2021.

“Karena tempat ini nantinya tidak hanya sebagai lokasi menggelar pertunjukan seni dan budaya tingkat lokal dan nasional. Akan tetapi juga internasional," papar Nugroho.

Nugroho juga memastikan dalam pembahasan dan penyusunan DED, Pemkab akan melibatkan banyak pihak, utamanya seniman. Sebab, keberadaan TBB ini diharapkan mampu menjadi rumah untuk seniman.

Agar TBB gampang diakses baik pelaku maupun masyarakat yang akan jadi calon penonton, saat pembahasan DED akan dipertimbangkan untuk pembuatan akses jalan dan penerangan.

“Semua akan dibahas dalam penyusunan DED nanti,” tandas Nugroho.