6 Santri Ponpes Nurul Iman Bantul Positif Corona, 26 Santri Diisolasi

Ilustrasi. - Freepik
18 Juni 2021 16:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak enam santri di PP Nurul Iman, Sorogenen, Timbulharjo, Sewon, positif Covid-19. Sedangkan 26 santri lainnya harus menjalani isolasi karena bergejala.

Pengurus pondok, Nur Ali mengatakan terpaparnya keenam santri berawal dari delapan santri yang mengalami sakit demam, lemas dan batuk yang dialami oleh beberapa santri, Kamis (17/6/2021).

Setelah dilakukan pemeriksaan di klinik kesehatan, enam santri dinyatakan positif Covid-19. "Enam santri tersebut terdiri dari tiga santri putra dan tiga santri putri positif," katanya, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Ketua DPRD Bantul Positif Covid-19

Kemudian, oleh pengurus pondok, seluruh santri yang dinyatakan positif menjalani isolasi di asrama pondok pesantren dan terpisah dengan santri lainnya.

Namun, bersamaan dengan hal tersebut, di pondok tersebut, ada 26 santri lain bergejala sama dengan enam santri yang dinyatakan positif Covid-19. "Mereka kemudian kami isolasi di asrama terpisah di lantai dua komplek putra dan putri. Ini kami lakukan sebagai antisipasi penyebaran," katanya.

Lebih lanjut Nur menyatakan kesulitan mengisolasi santri tersebut. Sebab, ada 180 santri berada dalam satu kompleks pondok pesantren tersebut. Di sisi lain, kesulitan ini semakin diperparah dengan minimnya toilet dan kamar mandi.

Baca juga: Kasus Covid-19 DIY Naik Terus, Sultan: Satu-satunya Cara Ya Lockdown

"Untuk logistik, kami maksimalkan stok yang ada. Meskipun ada beberapa yang sudah membantu, namun jika untuk memenuhi isolasi santri sebanyak itu dan dalam waktu lama tidak akan mencukupi," ungkapnya.

Lurah Timbulharjo, Anif Arkham mengatakan isolasi terhadap santri tetap dilakukan di pondok pesantren. Ini sesuai dengan kesepakatan antara satgas Covid kalurahan dan pengurus pondok. Pihaknya akan membantu untuk persoalan logistik. "Nanti kami distribusikan bahan makanannya," kata Anif.

Tim Surveilans Puskesmas Sewon 1, Tri Umi Lestari mengatakan selain kebutuhan logistik, kebutuhan yang mendesak adalah obat dan vitamin. Selain itu, pihaknya akan mengecek ruang isolasi untuk memastikan ruang isolasi sudah terpisah dengan ruang asrama santri lainnya.

"Untuk swab, kami masih menunggu menunggu data tracing termasuk santri lain yang tidak bergejala namun kontak erat. Nanti kami dahulukan yang bergejala, " ucapnya.