Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN-Gunung Merapi teramati meluncurkan sejumlah awan panas dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat (18/6/2021) dini hari, tercatat dua awan panas meluncur ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal sejauh 1,4 km.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas pertama teramati pukul 00.38 WIB. “Tercatat dalam seismogram dengan amplitudo 35 mm, durasi 95 detik dan jarak luncur 1 km,” ujarnya.
Awan panas kedua teramati pada pukul 01.07 WIB, dengan amplitudo 35 mm, durasi 134 detik dan jarak luncur 1,4 km. Kemudian awan panas muncul kembali pukul 14.31 WIB dan 16.11 WIB, dengan jarak luncur masing-masing 1,2 km ke arah barat daya.
Dalam sepekan, 11-17 Juni, BPPTKG mencatat telah terjadi sebanyak 19 kali awan panas dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya dan 1 km ke arah tenggara. Selain itu, teramati pula 100 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya dan 1 km ke arah tenggara.
BACA JUGA: Covid-19 Memburuk, Muhammadiyah Minta Pembelajaran Tatap Muka Ditinjau Ulang
Volume kubah lava di sektor barat daya saat ini sebesar 1,39 juta meter kubik dengan laju pertumbuhan 11.300 meter kubik per hari. “Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 17 Juni terhadap tanggal 8 Juni menunjukkan adanya penambahan tinggi kubah tengah sebesar 1 meter,” ujarnya.
Pada aktivitas kegempaan, tercatat 19 kali gempa Awan panas guguran (AP), 17 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 136 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF), 1.158 kali gempa Guguran (RF), 108 kali gempa Hembusan (DG) dan enam kali gempa Tektonik (TT).
Dengan tingkat aktivitas ini maka status Gunung Merapi saat ini masih Siaga. Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini meliputi guguran lava pijar dan awan panas di sektor barat daya sejauh 5 km dan sektor tenggara sejauh 3 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.