DPRD Kulonprogo Sidak Persiapan Pemilihan Lurah, Ini Hasilnya

Wakil ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono (dua dari kanan) saat melakukan monitoring di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo pada Kamis (17/6/2021). Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo.
18 Juni 2021 08:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, NANGGULAN--DPRD Kabupaten Kulonprogo melakukan sidak ke sejumlah kalurahan yang menyelenggarakan pemilihan lurah (pilur). Monitoring dilakukan untuk memastikan agar panitia pemilihan lurah sudah menjalankan tugasnya secara benar sesuai dengan peraturan bupati maupun peraturan daerah yang mengatur soal pemilihan lurah.

Wakil ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengatakan monitoring dilakukan di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo pada Kamis (17/6/2021). Kesiapan Kalurahan sampai dengan panitia pemilihan lurah dilihat kesiapannya.

BACA JUGA : Ini Update Persiapan Pemilihan 35 Lurah di Sleman

"Kami monitoring ke sejumlah kalurahan yang akan menyelenggarakan pemilihan lurah di kabupaten Kulonprogo," kata Ponimin pada Kamis (17/6/2021).

Berdasarkan catatan dari DPRD Kabupaten Kulonprogo, secara teknis kalurahan maupun panitia pemilihan lurah di Kalurahan Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo sudah menjalankan tugasnya dengan benar.

Artinya, peraturan daerah nomor empat tahun 2020 tentang lurah dan aturan pelaksanaannya berupa Peraturan Bupati nomor 88 tahun 2020 sudah dijalankan secara maksimal.

"Secara teknis sudah menjalankan sesuai dengan perbup maupun perda. Tinggal implementasinya nanti ya. Kami harapkan nanti panitia melibatkan tokoh masyarakat," kata Ponimin.

BACA JUGA : Calon Lurah di Kulonprogo Diminta Hindari Politik Uang

"Semoga Pilur bisa sukses dan menghasilkan pemimpin yang amanah di wilayah Kalurahan yang ada di kabupaten Kulonprogo," katanya

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kulonprogo, Suharto, mengatakan monitoring yang dilakukan oleh jawatannya juga merupakan upaya antisipasi munculnya gugatan atau permasalahan lain saat pemilihan lurah nantinya berlangsung.

"Kami beberapa waktu lalu diundang oleh forkopimda kabupaten Kulonprogo untuk menyamakan persepsi terkait dengan tahapan pemilihan lurah ini. Kami berupaya mengantisipasi, jangan sampai ada salah satu kalurahan yabg bermasalah," kata Suharto.

"Jika nanti muncul gugatan, ini akan melelahkan jalannya pemilihan lurah ya. Juga akan menyita waktu yang ada di pemerintah kalurahan. Waktunya akan tersita nanti. Panitia juga diharapkan jangan memihak ya, repot kalau panitianya memihak ke salah satu calon lurah," ujarnya.