650 Anggrek Ditanam di Kompleks Perkantoran Pemkab Sleman

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa (kiri) dan Ketua TP PKK Sleman, Sari Danang Maharsa (kanan), mengikuti penanaman 650 tanaman anggrek di area perkantoran Pemkab Sleman hingga Taman Denggung, Sabtu (19/6/2021). - ist
19 Juni 2021 16:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tim Penggerak PKK Sleman bersama Perkumpulan Anggrek Merapi Sleman (PAS) menanam sebanyak 650 tanaman anggrek di area perkantoran Pemkab Sleman hingga Taman Denggung, Sabtu (19/6/2021).

Ketua TP PKK Sleman, Sari Danang Maharsa menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang macam jenis tanaman anggrek. Adapun jenis tanaman anggrek yang ditanam yaitu jenis Specy, Hybrid dan anggrek tanah yang dimiliki Sleman terutama yang ada di lereng Gunung Merapi.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menambah keindahan lingkungan tapi juga membawa dampak peningkatan ekonomi khususnya para ibu dan anggota Tim PKK yang dapat memanfaatkan waktu luang di rumah,” katanya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menuturkan penanaman anggrek di lingkungan perkantoran Pemkab Sleman ini mendukung upaya untuk memperkenalkan berbagai jenis varietas tanaman anggrek yang ada Sleman.

Baca juga: Dua Awan Panas Meluncur ke Arah Tenggara

Dengan mengenal tanaman anggrek akan menggugah kesadaran masyarakat Sleman untuk mengembangkan budidaya anggrek di rumah dan lingkungannya. Menurutnya, budidaya anggrek apabila ditekuni secara sungguh-sungguh merupakan potensi ekonomi yang cukup besar yang dapat mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Anggrek sangat strategis untuk dijadikan komoditas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman. Jika Sleman berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan dan budidaya anggrek maka perlu upaya dan langkah strategis serta kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ketua PAS, Fransisca, menuturkan kegiatan ini selain untuk memperindah juga ke depan diharapkan bisa menjadi potensi ekonomi. “Anggota PAS tidak hanya hobiis saja namun juga ada KWT [Kelompok Wanita Tani], petani dan pedagang. Kami berharap kegiatan kami ini dapat didukung sehingga dapat mengangkat anggrek sebagai potensi ekonomi,” kata dia.