Ada 4.000 Bidang Tanah SG di Gunungkidul, Berapa yang Sudah Bersertifikat?

Ilustrasi sertifikat. - JIBI/M. Ferri Setiawan
21 Juni 2021 06:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Kundha Mandala Niti Sarta Tata Laksana atau Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul menargetkan sertifikasi tanah Sultan Ground (SG) selesai di tahun ini. Total tanah SG di Bumi Handayani sebanyak 4.046 bidang.

Adapun yang sudah bersertifikat 2.051 bidang. Sedangkan sisanya sebanyak 888 bidang masih menunggu penerbitan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional. Rencananya ada 1.000 bidang tanah SG akan diproses di tahun ini.

BACA JUGA : Serahkan 1.159 Sertifikat SG-PAG, Sultan: Tanah Harus

Kepala Kundha Mandala Niti Sarta Tata Laksana Gununkidul, Winaryo mengatakan, proses sertifikasi SG sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan masih berlangsung hingga sekarang. Proses sertifikasi, pihaknya tidak mengurus sendiri karena selain kerja sama dengan Kraton Yogyakartan, juga melibatkan pihak kalurahan.

“Kami hanya mengajukan, untuk proses penerbitan berada di BPN,” kata Winaryo, Minggu (20/6/2021).

Dia menjelaskan, untuk luasan lahan SG di Gunungkidul tidak bisa dijelaskan secara rinci. Pasalnya, pendataan hanya mencakup terhadap jumlah bidang yang mencapai 4.046 lokasi. Sedangkan dari masing-masing bidang memiliki luasan yang berbeda-beda.

“Kalau luasan secara total haru melihat bidang per bidang. Yang jelas, tanah SG di Gunungkidul ada 4.046 bidang yang tersebar di 18 kapanewon,” ungkapnya.

Kepala Seksi Penatausahaan Pertanahan, Kundha Mandala Niti Sarta Tata Laksana Gunungkidul, Yulianto Anang mengatakan, dari 4.046 bidang tanah SG yang sudah diurus sertifikatnya sebanyak 2.939 bidang. Jumlah itu yang sudah terbit sertifikat sebanyak 2.051 bidang dan sisanya 888 bidang masih dalam proses penerbitan di kantor BPN.

BACA JUGA : Banyak Patok SG dan PAG Hilang

“Masih ada kekurangan sekitar 1.107 bidang,” kata Anang.

Menurut dia, untuk proses sertifikasi ini sudah berkirim surat ke masing-masing kalurahan di akhir 2020 lalu. Adapun hasilnya, ada 1.000 bidang tanah yang siap disertifikatkan. “Sasarannya sebenarnya menyeluruh ke 1.107 bidang tanah SG, tapi yang masuk hanya 1.000 bidang maka itulah yang akan diurus,” katanya.

Anang menuturkan, dari 1.000 yang akan diurus, 500 bidang sudah mendapatkan pengesahan dari kraton. Sedangkan sisanya sebanyak 500 bidang masih dalam proses pemberkasan. “Kami akan selesaikan. Namun untuk upaya penerbitan sertifikat kewenangan tersebut berada di kantor BPN,” katanya.