Rumah Sakit di Jogja Curhat Pasokan Oksigen Mulai Seret

Ilustrasi. - Reuters
22 Juni 2021 16:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pasokan oksigen ke beberapa rumah sakit di Jogja akhir-akhir ini terhambat, bahkan jatah oksigen dibatasi sehingga rumah sakit tidak bisa menyetok banyak oksigen.

Humas PKU Muhammadiyah Jogja, Eka Budy Santoso mengatakan saat ini oksigen di PKU Muhammadiyah Jogja masih ada namun jumlahnya terbatas karena pasokan oksigen dari distributor juga dibatasi.

“kalau mau beli tiap 24 jam update [ketersediaan oksigen], biasanya kita minta [oksigen ke distributor] langsung diskirim kapan pun, sekarang enggak bisa,” kata Eka, saat dihubungi Selasa (22/6/2021).

Padahal ketersediaan oksigen sangat penting untuk ruang ICU dan ICCU. Dan pemakaian oksigen tidak hanya untuk pasien Covid-19, namun juga pasien umum yang memerlukan pasokan oksigen. Akibat terhambatnya pasokan oksigen, kata Eka, Manajemen PKU Muhammadiyah Jogja membatasi penggunaan oksigen hanya untuk pasien yang kondisinya emeregency, “Kalau tidak [emeregency] masih bisa ditunda [penggunaan oksigen[,” ujar Eka.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Melonjak, Gunungkidul Mulai Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Oksigen

Eka menegaskan saat ini memang masih ada oksigen di PKU Muhammadiyah Jogja meski jumlahnya terbatas. Berdasarkan keterangan dari distributor, kata Eka, hampir semua pasokan oksigen ke beberapa rumah sakit di DIY dan Jawa Tengah dibatasi.

Sementara kondisi oksigen di Rumah Sakit Jogja atau Rumah Sakit Daerah Milik Pemkot Jogja saat ini masih tersedia sampai 24 jam, “Stok oksigen hanya sampai besok pagi. Rumah Sakit sudah memesan tapi belum ada respon dari penyedia,” ujar salah satu staf Humas Rumah Sakit Jogja, yang enggan disebut namanya.

Namun di Rumah Sakit Bethesda ketersediaan oksigen masih cukup, “Saat ini di RS Bethesda masih terkendali [ketersediaan oksigen] karena sudah ada suplai oksigen,” kata Kepala Bagian Humas dan Marketing Rumah Sakit Bethesda Jogja, Adhiyanto Priambodo.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengakui ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit terhambat karena permintaan oksigen meningkat hampir tiga kali lipat di setiap rumah sakit akibat tingginya keterisian tempat tidur sampai di atas 70%. Padahal keterisian 60% tempat tidurpun, kata Pembajun sudah menjadi peringatan

“Sebenarnya sudah dipasok para agen [penyedia oksigen], tapi pemakaian di atas tiga kali lipat semakin cepat habis,” ujar Pembajun.

Pemda DIY sebenarnya sudah memanggil salah satu distributor oksigen yang dominan memasok oksigen di DIY agar bisa mencukupi ketersediaan oksigen di semua rumah sakit di DIY. Pihaknya hanya meminta pasokan 80% atau tidak sampai 100% karena dalam kondisi saat ini semua rumah sakit sangat membutuhkan oksigen.

Upaya lain yang dilakukan Pemda DIY adalah mengimbau masyarakat Jogja jika berobat terlebih dahulu mendatangi puskesmas atau tidak langsung mendatangi rumah sakit karena rumah sakit saat ini banyak pasien Covid-19. “Kecuali emeregency,” ucap Pembajun.