Gunung Merapi Teramati Muntahkan Awan Panas 4 Kali

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
22 Juni 2021 19:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas erupsi Gunung Merapi terus berlangsung dari dua kubah lava yang muncul sejak Januari lalu. Pada Selasa (22/6/2021), termati Gunung Merapi memuntahkan setidaknya empat kali awan panas guguran baik ke arah barat daya maupun tenggara.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati pada pukul 03.37 WIB, 04.33 WIB, 04.50 WIB dan terakhir pada 15.13 WIB.

“Awan panas pertama tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi 115 detik. Jarak luncur 1.200 m ke arah tenggara. Awan panas kedua tercatat di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 89 detik. Jarak luncur 1.000 m ke arah barat daya,” ujarnya, Selasa.

Baca juga: Begini Alasan Sri Sultan, Ridwan Kamil, dan Anies Tidak Sanggup Terapkan Lockdown

Kemudian awan panas ketiga tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 75 detik. Visual berkabut estimasi jarak luncur 900 m ke arah tenggara. Lalu awan panas keempat tercatat di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 86 detik. Merapi berkabut, estimasi jarak luncur 1.000 m ke barat daya.

Awan panas juga teramati sehari sebelumnya, yakni Senin (21/6/2021). Pada hari itu Gunung Merapi memuntahkan tiga awan panas yang mengarah ke barat daya dan tenggara dengan jarak luncur maksimal 1,5 km, amplitude maksimal 35 mm dan durasi maksimal 99 detik.

Selain awan panas, pada Senin (21/6/2021) BPPTKG juga mencatat adanya guguran lava pijar sebanyak 16 kali dengan jarak luncur maksimal 1,2 km ke arah barat daya. Kemudian pada Selasa (22/6/2021) pagi teramati guguran lava pijar sebanyak delapan kali dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya.

Dengan tingkat aktivitas ini, maka status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran awan panas dan lava pijar di sektor tenggara sejauh 5 km dan sektor tenggara sejauh 3 km. sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km.