AirNav Perpanjang Penutupan 3 Bandara Terdampak Letusan Anak Krakatau
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) DIY mengakui adanya lonjakan jumlah pasien Covid-19 cukup membuat pelayanan sejumlah rumah sakit terganggu.
Ketua Persi DIY Darwito menjelaskan kebutuhan di suatu rumah sakit seperti bed hingga ruang ICU dan perawatan lain tidak hanya untuk pasien Covid-19 namun juga pasien non-covid-19 secara umum. Jika suatu rumah sakit dipenuhi pasien Covid-19, maka kesempatan pasien umum untuk mendapatkan perawatan ikut terganggu.
BACA JUGA : Rumah Sakit Swasta Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19
“Contohnya pasien yang seharusnya perlu operasi jantung, dia enggak bisa operasi karena ICU dipakai pasien Covid-19. Bed diperuntukkan pasien Covid-19 semuanya terdampak, termasuk nakes, kalau nakesnya mengurusi Covid-19 yang terus membludak maka kecapekan atau yang harusnya libur terpaksa harus masuk,” terangnya kepada Harianjogja.com, Senin (21/6/2021).
Ia mengatakan pasien non-Covid juga harus mendapatkan perhatian dan tidak memungkinkan jika harus memperpendek durasi perawatan. Penetapan durasi perawatan tergantung suatu kebutuhan pasien sesuai dengan standar keselamatannya. Jika seorang pasien umum butuh lima hari perawatan tentu tidak mungkin bisa diperpendek hanya satu atau dua hari saja. Perawatan pasien sudah ada prosedur yang mengatur dan telah ditetapkan sesuai dengan organisasi profesi baik dokter maupun rumah sakit.
“Sesuai kebutuhan pasien, misalnya sesuai evaluasi harus perawatan lima hari, kalau diperpendek sehari misalnya, kan enggak mungkin, harus pasien safety,” ujarnya.
BACA JUGA : Pasien Covid-19 Melonjak, Stok Oksigen di Jogja Kosong
Ia menambahkan sebagian besar rumah sakit yang tergabung di Persi sudah memberikan layanan pasien Covid-19. Meski pun beberapa di antaranya ada yang tidak memiliki fasilitas lengkap sehingga hanya menampung pasien untuk kategori ringan dan sedang.
“Semuanya terdampak karena pasien itu dibagi ada yang ringan, sedang, berat butuh ICU, tetapi prinsipnya, tetapi ketika banyak pasokan [pasien bertambah] kan jadi terbatas perawatannya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.
Kemenkes menyebut sekitar 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau. Lansia diminta mendapat perlindungan khusus.
Layanan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah sempat tertunda. ASDP mengoptimalkan kapal dan menambah armada untuk mengurai antrean.
Kimi Antonelli memenangi GP Italia 2026 di Monza setelah start dari posisi ke-19. Ini menjadi kemenangan ketujuhnya musim ini.
AS menyebut kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud. Washington juga membuka kemungkinan menghancurkan kemampuan nuklir Teheran.