Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Ilustrasi/Antara-Galih Pradipta
Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah diminta mengubah kebijakan untuk menekan laju penularan Covid-19 akibat varian Delta virus Corona. Penanganan Covid-19 melalui PPKM Mikro membutuhkan waktu lama. Paling cepat penularan Covid baru turun tiga bulan lagi.
Pendiri Laboratorium Statistik Terapan RoomStat, Budhi Handoyo Nugroho, mengatakan untuk menghadapi varian delta kebijakan yang cocok diterapkan adalah lockdown. Sebab sudah ada contoh keberhasilan dalam pengendalian untuk secara cepat menurunkan angka penularan.
Pernyataan Budhi didasarkan pada data-data lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sebelumnya. Hasil dari monitoring data yang dilakukan, kebijakan PPKM memang menurunkan angka penularan, tetapi kurang maksimal.
"Saat periode November 2020 - Maret 2021, Sleman membutuhkan 100 hari, Bantul (102 hari), Kota Jogja (103 hari), Gunungkidul (105 hari), Kulonprogo (118 hari). DIY membutuh 116 hari, Pulau Jawa 107 hari, Indonesia 104 hari untuk menekan kasus," paparnya, Jumat (25/6/2021).
Budhi menjelaskan lonjakan kasus sudah berjalan rata-rata 29 hari dari data tersebut. Jika menggunakan histori lamanya waktu penularan menuju taraf melandai, maka dibutuhkan rata-rata 78 hari ke depan. Jika dihitung dari sekarang, katanya, waktu yang dibutuhkan sekitar 78 hari lagi agar kasus bisa melandai atau diperkirakan 9 September penyebaran Covid-19 bisa ditekan.
"Ini mengingat angka penularan Covid-19 di DIY yang terjadi masih sangat tinggi Rt (angka reproduksi efektif) dalam interval 1-4 dan belum menunjukkan tanda-tanda puncak baru," kata dia.
Perhitungan tersebut, lanjut Budhi, didasarkan histori data sebelumnya yang tidak menerapkan kebijakan lockdown atau hanya intervensi PPKM. Makanya, lanjut Budhi pada Maret penyebaran Covid-19 di DIY bisa melandai. "Seperti yang saya sampaikan PPKM hanya bisa mengontrol bulan dari Januari - Maret, setelah itu sudah tidak efektif lagi, karena daya kejutnya sudah habis," kata Budhi.
Sementara, lockdown akan lebih efektif. Budhi menyebut lockdown bisa melandaikan kasus Covid-19 lebih cepat dari perkiraan 9 September. "Atau perkiraan hanya butuh waktu 23 hari dari sekarang atau 17 Juli kasus Covid-19 sudah bisa melandai," ujar dia.
Jika kebijakan PSBB yang diambil, lanjut Budhi, maka waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan kasus diperkirakan 47 hari dari sekarang. "Kalau PSBB yang diambil, bisa lebih cepat 40% menurunkan kasus, lebih cepat 31 hari dibandingkan PPKM atau perkiraan butuh 9 Agustus kasus sudah bisa melandai," katanya.
Dari berbagai skenario itu, Budhi memberikan catatan yang harus menjadi perhatian. Estimasi tersebut bisa lebih panjang karena tantangannya saat ini berbeda. Masyarakat saat ini menghadapi varian delta yang menyebabkan level transmisi komunitas (CT) banyak yang menyentuh level CT3 dan CT4.
"Selain itu, penerapan prokes menurun, masih tidak ada sanksi tegas, dan kebijakan-kebijakan lainnya yang kurang tepat untuk menekan angka penularan. Data saintifik akan konsisten (sementara) kebijakan yang tidak konsisten," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick