Kewalahan Tangani Lonjakan Pasien Covid-19, Sejumlah RS di Jogja Tutup IGD

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
27 Juni 2021 18:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dua rumah sakit (RS) rujukan bagi pasien Covid-19 di Kota Jogja menutup sementara layanan instalasi gawat darurat (IGD) karena melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang ingin dirawat di tempat itu. Penutupan sementara itu diharapkan dapat mengurangi antrean yang belakangan ini terus berdatangan.

Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Jogja, Adhiyanto Priambodo mengatakan, pihaknya membatasi layanan operasional IGD sejak kemarin. Ada sejumlah hal yang melatarbelakangi pihaknya melakukan itu diantaranya yakni karena melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang ingin dirawat di tempat itu.

"Kemarin itu sudah ada 18 pasien yang menunggu untuk dirawat. Jadi kalau masih tetap dibuka pastinya masalah yang lain akan bertambah," ungkapnya, Minggu (27/6/2021).

Salah satu masalah lain yang timbul jika layanan tetap dibuka adalah soal penyebaran Covid-19. Melonjaknya pasien Covid-19 belakangan ini tentunya merupakan hal yang perlu diantisipasi oleh petugas kesehatan (nakes). Sebab, kerap kali saat datang ke RS pasien Covid-19 selalu diantar oleh sanak keluarga, sehingga memicu kerumunan.

BACA JUGA: Ini Gejala Covid-19 yang Sering Dirasakan Orang yang Sudah Disuntik Vaksin

"Makanya kami batasi. Kalau tidak kan ini potensi penularannya itu sangat berbahaya baik dari pasien ke yabg menghantarkan atau pasien ke petugas. Malah nanti jadi tidak bisa merawat kalau nakesnya teepapar Covid-19, " katanya.

Adhiyanto menerangkan, pada saat penutupan sementara itu pihaknya akan melakukan sterilisasi kepada ruangan tersebut dan akan kembali membuka layanan pada Senin (28/6/2021) besok mulai pukul 07.00 Wib. "Iya hanya sampai hari ini. Besok sudah bisa kembali beroperasi seperti semula," ujarnya.

Sementara, Humas RS PKU Muhammadiyah, Anwar Fitanta mengatakan, pihaknya juga melakukan penutupan sementara layanan IGD di RS itu. Penyebabnya sama yakni karena lonjakan pasien Covid-19 yang terjadi bilangan ini. "IGD penuh dengan pasien Covid-19. Pasien belum bisa pindah ke bangsal isolasi karena bangsal isolasi juga penuh. Tapi besok Senin kami sudah buka kembali," ujarnya.