Angka Kematian Pecah Rekor! Sehari, 32 Warga DIY Kehilangan Nyawa karena Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
28 Juni 2021 17:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Penularan Covid-19 di DIY kian masif akhir-akhir ini. Penambahan kasus Covid-19 per 28 Juni 2021 ini sebanyak 859 orang, angka ini merupakan angka tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda DIY pada Maret 2021. Angka kematian per 28 Juni ini juga merupakan rekor tertinggi, yakni 32 orang.

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 859 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 58.717 kasus,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP), Ditya Nanaryo Aji, Senin (28/6/2021).

Penambahan kasus Covid-19 ini terbanyak dari Bantul 383 kasus, kemudian disusul Sleman 288 kasus, Jogja 122 kasus, Kulonprogo 43 kasus, dan Gunungkidul 23 kasus. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 2.586 sampel. Sementara total sampel yang diperiksa sebanyak 344.306 sampel.

Adapun jumlah orang yang diperiksa sebanyak 318.385 orang, termasuk 2.584 orang di antaranya diperiksa selama 24 jam. Ditya mengatakan penambahan kasus Covid-19 terbanyak berdasarkan tracing kontak kasus positif sebanyak 619 kasus, periksa mandiri 215 kasus, screening karyawan kesehatan empat kasus, perjalan luar daerah tiga kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak 18 kasus.

BACA JUGA: Meski Tak Ada Korban, Gempa Senin Subuh Sebabkan Sejumlah Bangunan di Gunungkidul Rusak

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 32 orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.511 kasus. Angka ini menambah case fatality rate 2,57%. Penambahan angka meninggal dunia karena Covid-19 ini terbanyak dari Sleman 19 orang, kemudian Bantul dan Gunungkidul masing-masing lima orang, Jogja dua orang, Kulonprogo satu orang.

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus sembuh sebanyak 330 kasus, sehingga total sembuh menjadi 47.792 kasus. Distribusi kasus sembuh menurut domisili berasal dari Jogja 33 kasus, Bantul 87 kasus, Kulonprogo 18 kasys, Gunungkidul 28 kasus, dan Sleman 164 kasus.