Selter Kalurahan di Sleman Masih Banyak Kosong

Ilustrasi. - Freepik
02 Juli 2021 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Hampir semua kalurahan saat ini menyediakan selter atau tempat isolasi mandiri. Sayangnya, tingkat keterisian selter di Kalurahan masih rendah.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, saat ini dari 86 kalurahan hanya lima kalurahan saja yang belum memiliki selter. Kelima kalurahan yang belum melengkapi selter terdiri dari Sidomulyo, Sidoluhur, Sidoagung, Sidokarto (Godean) dan Sendangagung (Minggir).

Kelima kalurahan yang belum memiliki selter ini, kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sleman Budiharjo memiliki sejumlah alasan. Selain belum memiliki gedung yang cocok untuk selter, sarana dan prasarananya juga belum memadai. "Kendalanya macam-macam. Ada yang punya gedung tapi sarprasnya yang nggak ada, ada gedung tapi SDM-nya yang nggak ada," kata Budi, Kamis (1/7/2021).

BACA JUGA: Rekor Lagi, Kasus Covid-19 RI Hari Ini Tambah 25.830

Untuk 81 kalurahan yang memiliki selter, lanjut Plt Kepala DPMK Sleman ini menyediakan selter dalam beragam bentuk. Ada kalurahan yang menyediakan selter di bekas rumah dinas kapanewon, Puskesmas Pembantu (Pustu) di kalurahan, balai kalurahan, GOR, hingga sewa Ruko. "Sebagian ada yang menggunakan barak pengungsian sebagai lokasi selter," kata Budi.

Dari 81 selter yang disediakan, setidaknya dapat menampung 421 warga untuk isolasi mandiri. Dengan jumlah kamar antara 2 hingga 10 kamar. Jumlah tersebut belum termasuk bilik-bilik pengungsian yang jumlahnya ratusan kamar untuk selter. Hanya saja, lanjut Budi, tingkat keterisian selter kalurahan masih dinilai rendah.

"Ya berdasarkan laporan, tingkat keterisian masih 48 orang. Itu berdasarkan data 30 Juni. Jadi banyak kamar yang kosong. Tapi dibeberapa kalurahan keterisiannya 100%," katanya.

Terpisah, Lurah Tamanmartani, Kalasan, Gandang Hardjanata mengatakan keterisan selter di kalurahan tersebut sudah penuh. Sebanyak delapan bed dan kamar mandi terpisah yang disediakan untuk isolasi warga, sudah digunakan seiring meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

"Kami mendukung program Sesarengan Jogo Sleman untuk memutus pandemi yang menggila ini. Di Posko PPKM sampai pada kewalahan untuk ambulance antar warga ke RS saja. Sabtu dan Minggu sampai 5 kali seharinya," ujarnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan keterisian ruang isolasi yang dikelola oleh Pemkab seperti di Asrama Haji, Rusunawa Gemawang, Asrama Unisa dan Asrama UII rata-rata sudah penuh. Untuk menunjang selter yang dikelola Pemkab, seluruh kalurahan diminta menyediakan selter. "Ini sesuai Instruksi Bupati, setiap kalurahan agar membuat shelter covid-19," katanya.

Kalurahan, lanjut Kustini, bisa memanfaatkan berbagai tempat untuk dijadikan selter. Mulai sekolah, balai kalurahan, puskesmas pembantu (pustu), gedung olahraga (GOR), barak pengungsian dan bangunan lainnya. "Yang menjadi poin kunci shelter ini adalah setiap ruangan isolasi harus memiliki kamar mandi sendiri. Hal itu untuk meminimalkan penularan virus yang sebelum tetap terjadi meskipun sudah isolasi mandiri di rumah," katanya.