DBD di Gunungkidul Turun saat Kemarau, Warga Tetap Diminta Siaga
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty memastikan proses vaksinasi corona terus berjalan, meski ada kebijakan PPKM Darurat dari Pemeritah Pusat. Total hingga sekarang 106.104 orang yang telah divaksin.
“Malah akan kami gencarkan untuk program vaksinasi. Untuk prosentase vaksin sudah mencapai 20,21 persen dari jumlah penduduk,” kata Dewi kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).
Meski demikian, ia mengaku tidak mematok target khusus harian untuk jumlah warga yang divaksin corona selama PPKM Darurat berlaku. “Yang jelas sasaaran kami ingin mencapai 70 persen penduduk Gunungkidul mendapatkan vaksin anti corona,” ujarnya.
Untuk capaian vaksin ada lima kelompok sasaran. Hingga sekarang, kelompok lansia memiliki prosentase tertinggi dengan capaian vaksin sebanyak 52.177 orang. Sedangkan untuk sektor pelayanan publik ada 34.763 orang. “Untuk sasaran lain ada petugas kesehatan, masyarakat rentan dan masyarakat umum,” katanya.
Disinggung mengenai pelaksanaan vaksin selama PPKM Darurat diberlakukan, Dewi sudah menyiapkan skenario agar tidak menimbulkan terjadinya kerumuman. Salah satu antisipasinya dengan pelaksanaan di setiap dusun dengan dilengkapi jadwal vaksinasi kepada kelompok sasaran. “Sudah ditentukan jam untuk vaksin sehingga potensi kerumunan bisa ditekan,” ungkapnya.
Baca juga: Seluruh Mal di Jogja Tutup 3-20 Juli
Ditambahkan dia, untuk stok vaksin juga tidak ada masalah karena dinas kesehatan terus meminta distribusi dari Pemerintah DIY. “Masih aman dan program vaksinasi tetap berjalan seperti yang telah dijadwalkan,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung penuh program vaksinasi corona. Menurut dia, program ini merupakan salah satu upaya menekan laju penularan virus corona yang sekarang mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
“Harus dijalankan dengan baik dan terpenting distribusi harus cepat agar tidak ada vaksin yang kedaluarsa karena hasil pemantauan ada yang masa edarnya akan habis,” katanya.
Endah pun berharap kepada masyarakat untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal ini dibutuhkan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Harus disiplin karena jika abai maka potensi tertular akan semakin besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.
Daftar agenda Jogja Juli 2026: IFBC, festival layangan, geopark night, INACRAFT hingga scooter parade. Gratis dan seru!