Pemkot Jogja Tingkatkan SDM dengan Program Jogja Corpu

Logo Pemkot Jogja - Istimewa
03 Juli 2021 01:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna mengembangkan kualitas dan kapabilitas aparatur sipil negera (ASN) di lingkungannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membuat program Jogja Corporate University (Corpu). Menurut Kepala Bagian Organisasi Pemkot Jogja, Patricia Heny Dian Anitasari, program ini guna menciptakan ASN yang bisa mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi tempatnya bekerja.

Sebelumnya, pengembangan kualitas dan kapabilitas berupa pendidikan dan pelatihan (diklat). Cara ini terbatas dari segi kuantitas dan juga anggaran. “Melalui Jogja Corpu ini, harapannya ASN yang sudah mengikuti diklat juga bisa membagikan ilmunya ke pegawai lain. Jadi, ilmu yang diperoleh tidak hanya dimiliki oleh satu orang saja yang mengikuti diklat tetapi bisa dibagikan ke banyak pegawai,” kata Patricia dalam jumpa pers secara daring dari Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (1/7/2021).

Dengan cara ini, pengetahuan dari berbagai pelatihan bisa merata untuk seluruh ASN. Tidak menutup kemungkinan pula akan ada sharing pengetahuan antar organisasi pemerintah daerah (OPD). Saat ini tugas pengembangan kualitas dan kapasitas ASN bukan semata oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Model Jogja Corpu sebelumnya telah diterapkan di berbagai kementerian, lembaga negara, sampai perusahaan. Namun untuk tingkat pemerintah daerah masih jarang. Di Provinsi DIY, Pemkot Jogja merupakan yang pertama.

“Harapannya pengembangan kompetensi ASN terpenuhi, tujuan organisasi tercapai, membentuk perangkat daerah sebagai orang yang terus belajar. Saat ini tidak bisa bersantai-santai, tapi dituntut untuk terus berkembang,” kata Patricia.

“Ini hanya metode. Harapannya setiap OPD di lingkungan Pemkot Jogja nantinya menjadi organisasi pembelajar yang dapat mengikuti perkembangan.”

Sebagai uji coba, pada 6 Juli mendatang akan mulai program Jogja Corpu. Adapun materi yang diberikan yaitu standar pelayanan publik. Agar indikator keberhasilannya lebih jelas, akan ada pra dan post test. Apabila peserta program memperoleh nilai minimal, maka dia dianggap telah paham materi yang disampaikan.