Boraks Membahayakan, BPOM Jogja: Ganti dengan Tepung Kanji

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jogja mengadakan Sosialisasi Aksi Gendarku Bebas BorakspadaJumat siang (2/7/2021) di Balai BPOM jalan Tompeyan Tegalrejo Kota Jogja. - Ist/BPOM
03 Juli 2021 11:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jogja mengadakan Sosialisasi Aksi Gendarku Bebas Boraks pada Jumat siang (2/7/2021) di Balai BPOM jalan Tompeyan Tegalrejo Kota Jogja.

Kepala BPOM Jogja, Dewi Prawitasari mengatakan dengan memberikan edukasi tentang bahaya boraks. Penyuluhan ini penting diberikan bukan hanya kepada badan usaha, tetapi juga langsung turun kepada masyarakat.

Sebanyak 50 kader untuk lima Kabupaten telah dilatih memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Mereka terdiri dari ibu-ibu PKK, PNS, Guru, Lintas Sektor, dan sebagainya.

“Boraks sendiri, merupakan salah satu bahan berbahaya yang dilarang untuk ditambahkan pada makanan. Hal tersebut ini berdasarkan Permenkes Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Makanan yang biasa pakai boraks di antaranya mie, bakso, cilok, dan krupuk gendar yang sering ditemukan di Jogja terutama di wilayah Gunungkidul,” jelasnya.

Dewi menambahkan biasanya boraks ditambahkan dalam makanan dengan tujuan supaya makanan itu menjadi kenyal, renyah dan awet.

Penyuluhan ini memang ditujukan kepada masyarakat terutama ibu rumah tangga. Alasannya karena ibu-ibu pada umumnya sering memproduksi kerupuk gendar di rumah menggunakan boraks atau bleng.

“Bahayanya itu tergantung dari jumlah takaran yang masuk kedalam tubuh dan berapa lama mengonsumsinya. Dampak terhadap kesehatan juga tidak langsung, bisa jadi sepuluh atau dua puluh tahun baru berdampak,”ujarnya.

Untuk penggantinya, Dewi menyarankan masyarakat untuk mengganti boraks dengan bahan yang lebih aman dan legal seperti tepung kanji, soda kue, dan misonyal. Selain lebih sehat, harganya juga lebih murah dan mudah didapatkan.

“Ada review dari konsumen yang bilang kalo rasanya lebih enak daripada bleng” pungkasnya. (ADV)