Sulit Bangun Rumah Sakit Darurat Covid, Pemda DIY Akan Perbanyak Selter

Ilustrasi - Antara
05 Juli 2021 17:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan memperbanyak selter untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG. Pengadaan selter OTG dinilai lebih realistis ketimbang menambah rumah sakit lapangan khsusus Covid-19 di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) seperti tenaga kesehatan dan sarana prasarana.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY, Tri Saktiana, menargetkan penambahan sampai 78 selter di kabupaten dan kota dalam beberapa hari ke depan. Saat ini sudah ada sekitar 40 selter dan terbanyak di Sleman, Bantul, Kota, dan Gunungkiudul. Selter tersebut disokong dinas sosial dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum, alat pelindung diri (APD) diri serta vitamin.

BACA JUGA: Selama PPKM Darurat, Lampu Malioboro Dimatikan Saat Malam

“Dukungan kebutuhan bukan hanya untuk pasien Covid-19 namun juga untuk tenaga atau petugas atau perawatnya,” kata Tri Saktiana, dalam jumpa pers melalui daring, Senin (5/7/2021).

Dia meminta semua pihak untuk membuat selter baik yang dilakukan pemerintah desa, masyarakat melalui RW dan RT, organisasi masyarakat (ormas) dan masyarakat secara umum. Nantinya anggaran kebutuhan untuk selter akan ditanggung oleh pemerintah melalui dinas sosial.

Menurut Tri Saktiana, pengadaan selter penting untuk menampung pasien Covid-19 khususnya yang tidak bergejala, karena isolasi mandiri atau isoman di rumah tidak menjamin untuk tidak menularkan kepada keluarga. “Ketika isoman tidak semua layak isoman karena, misalnya rumah kecil. Walupun rumah besar kamar banyak tapi kamar mandi jadi satu enggak cocok, maka kami buatkan selter,” ujar Tri Saktiana.

Selter tersebut nantinya juga dalam pengawasan petugas kesehatan melalui puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan masih menunggu obat-obatan dari Pemerintah Pusat untuk didistribusikan ke selter-selter.

Pembajun tidak menampik sejak beberapa hari terakhir ini terjadi peningkatan pasien Covid-19 yang luar biasa banyak. Sampai saat ini pihaknya masih mengandalkan 27 rumah sakit rujukan khusus Covid-19 sambil menambah tenda-tenda bantuan untuk menambah tempat tidur ketika terjadi antrean di IGD.

BACA JUGA: Pandemi, Muhammadiyah Minta Umat Muslim Utamakan Sedekah daripada Kurban Hewan

Menurut dia tidak mudah untuk menambah SDM tenaga kesehatan. Bahkan Pemda DIY sudah membuka pendaftaran relawan dan perawat untuk diperbantukan ke sejumlah rumah sakit, tetapi kekurangan belum tertutup sampai saat ini.

“Kami belum bisa membayangkan jika mendirikan rumah sakit baru [dari mana SDMnya]. Strateginya menguatkan rumah sakit yang ada dengan SDM dan sarana prasarana. Akhirnya ditambahkan tenda-tenda untuk menyeleksi apakah perlu dirawat inap atau cukup di selter,” kata Pembajun.

Fungsi tenda darurat tersebut adalah untuk men-screening pasien apakah pasien tersebut perlu dilakukan rawat inap atau hanya cukup di rawat di selter. Sebab, saat ini banyak orang yang merasa batuk dan pilek langsung larinya ke rumah sakit sehingga terjadi penumpukan pasien di rumah sakit.

“Pemerintah kabupaten dan kota juga sudah membuat selter-selter, itu solusi yang ril,” ujar dia.