Selama PPKM Darurat, Lampu Malioboro Dimatikan Saat Malam

Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi memantau PPKM Darurat di kawasan Malioboro, Minggu (4/7/2021) malam. - Istimewa/Pemkot Jogja
05 Juli 2021 14:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, lampu penerangan jalan umum dan lampu taman di kawasan Malioboro dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Hal ini untuk menghindari masyarakat yang berkegiatan di kawasan tersebut.

Di hari kedua PPKM Darurat, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti memantau kawasan Malioboro. Dalam pantauan tersebut, sudah semua toko maupun pedagang kali lima (PKL) menutup usahanya. Haryadi mengapresiasi para pelaku usaha dan masyarakat yang telah mematuhi peraturan.

BACA JUGA: PPKM Darurat: Sejumlah Ruas Jalan Kota Jogja Ditutup, Termasuk Menuju ke Malioboro

“Destinasi wisata di Kota Jogja sudah tutup semua, pertokoan yang tidak menyangkut kebutuhan sehari-hari juga tutup,” kata Haryadi, di kawasan Malioboro, Minggu (4/7/2021) malam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja juga membatasi mobilitas masyarakat, salah satunya dengan penyekatan beberapa ruas jalan. “Kami lakukan penyekatan seperti di Jalan Solo, Jalan Magelang, dan di barat Wirobrajan, Jalan Parangtritis, dan ada juga di Gedongkuning,” kata Haryadi.

Di beberapa kantong parkir yang dikelola Pemkot Jogja, bus-bus pariwisata juga tidak diperbolehkan masuk Kota Jogja. Haryadi mengimbau selama PPKM Darurat, masyarakat lebih baik di rumah saja. Hal ini untuk menurunkan kasus serta memulihkan kesehatan. Setelah itu secara perlahan pemulihan ekonomi akan dilakukan.

Haryadi juga telah menginstruksikan petugas di tingkat kemantren dan kelurahan untuk terus melakukan patroli. Sasarannya memantau pusat perbelanjaan, supermarket, pasar, kafe, restoran, PKL, dan lainnya di wilayah masing-masing.

"Termasuk kegiatan masyarakat yang berpotensi memicu kerumunan, restoran atau kafe di dalam pusat perbelanjaan masih boleh beroperasi, tetapi dilarang makan di tempat alias hanya melayani bawa pulang hidangan," katanya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan PPKM Darurat merupakan operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan seluruh warga. “Melalui PPKM Darurat, Pemkot Jogja menjadikan kesehatan sebagai prioritas,” kata Heroe.